RS Polri Kramat Jati baru-baru ini berhasil mengidentifikasi tiga jenazah dari total 22 korban yang terlibat dalam kebakaran di Gedung Terra Drone, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat. Kejadian tragis ini berlangsung pada Selasa siang, dan identifikasi dilakukan melalui proses yang teliti dan terperinci.
Proses identifikasi dilakukan di tengah beragam laporan dari keluarga yang telah melaporkan kehilangan. Karumkit RS Polri, Brigjen Prima Heru, menjelaskan bahwa sidang rekonsiliasi telah dilaksanakan untuk memastikan identitas korban yang ditemukan.
Dalam upaya identifikasi, tiga jenazah tersebut dikenali melalui sidik jari, rekam medis, dan bukti-bukti lain yang membantu mengidentifikasi secara akurat. Prosedur yang dilakukan tidak melibatkan autopsi, melainkan pemeriksaan luar yang menunjukkan kemungkinan penyebab kematian akibat gas karbondioksida.
Kronologi Kebakaran yang Menghancurkan
Kebakaran di Gedung Terra Drone diduga dimulai akibat sebuah baterai yang terbakar di lantai satu. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, mengungkapkan bahwa setelah baterai tersebut menyala, api dengan cepat menyebar ke area gudang.
Saat kejadian, karyawan sedang menikmati istirahat siang, di mana sebagian berada di luar gedung. Sayangnya, ketika api mulai membesar, asap tebal pun langsung menyebar ke lantai-lantai atas, membuat situasi semakin kritis.
Tim pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani insiden tersebut, namun tantangan yang dihadapi sangat besar. Meskipun beberapa karyawan berusaha memadamkan api, upaya mereka tidak cukup untuk mencegah penyebaran yang cepat.
Proses Identifikasi dan Penanganan Korban
Menurut Brigjen Prima, identifikasi korban mencakup pemeriksaan yang menyeluruh dengan mengandalkan data dan berbagai bukti yang ada. Terdapat juga laporan yang masuk dari keluarga korban yang berharap untuk menemukan sanak saudara mereka.
Pihak RS Polri mencatat telah menerima laporan dari 20 keluarga yang mencarikan informasi tentang nasib anggota mereka. Selain itu, terdapat sebanyak 11 kantong jenazah yang telah diperiksa oleh pihak berwenang.
Di antara korban yang teridentifikasi, terdapat nama-nama yang cukup mencolok, seperti Rufaidha Lathiifunnisa dan Novia Nurwana, yang semuanya teridentifikasi berkat kerjasama antara pihak rumah sakit dan kepolisian.
Dampak Kebakaran pada Masyarakat Sekitar
Selain menegangkan, kebakaran ini juga memberikan dampak yang cukup besar bagi masyarakat di sekitar lokasi kejadian. Trauma yang dirasakan oleh warga sangat mendalam, terutama bagi mereka yang menyaksikan kejadian tersebut secara langsung.
Dari total 76 orang yang terkena dampak, 54 orang berhasil selamat, tetapi banyak dari mereka yang masih membutuhkan bantuan psikologis untuk menghadapi pengalaman traumatis ini. Kerjasama antara instansi terkait dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk memulihkan keadaan.
Keberadaan BPBD DKI Jakarta sebagai lembaga penanggulangan bencana juga sangat membantu dalam memberikan dukungan dan informasi kepada masyarakat. Mereka berkomitmen untuk melakukan evaluasi dan peningkatan sistem pengamanan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.




