Ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah dan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, baru saja mencatatkan sejarah dengan meraih kemenangan pertama mereka di BWF World Tour Finals 2025. Dalam pertandingan yang berlangsung di Hangzhou Olympic Sports Centre Gymnasium, mereka berhasil mengalahkan pasangan Malaysia Goh Soon Huat dan Lei Shevon Jemie dengan skor 21-17, 21-17.
Kemenangan ini memberikan harapan baru bagi Jafar dan Felisha setelah sebelumnya mereka mengalami kekalahan. Dengan hasil ini, mereka finis di peringkat ketiga klasemen akhir Grup B, dengan mengantongi satu kemenangan dan dua kekalahan. Sementara itu, pasangan Goh dan Lei menutup turnamen di posisi keempat dengan tiga kekalahan.
Dua tempat teratas di Grup B berhasil diisi oleh pasangan dari China, Feng YanZhe dan Huang Dong Ping, serta pasangan Malaysia Chen Tang Jie dan Toh EE Wei, yang melanjutkan langkah mereka ke semifinal. Prestasi ini menjadi titik awal yang menggembirakan bagi Jafar dan Felisha dalam karier mereka di kancah bulu tangkis internasional.
Persepsi Jafar Setelah Kemenangan Pertama di World Tour Finals
Setelah pertandingan, Jafar mengungkapkan rasa syukurnya atas kemenangan yang diraih. Ia mengatakan, “Alhamdulillah, akhirnya kami bisa meraih kemenangan pertama di World Tour Finals 2025.” Jafar menekankan bahwa meskipun menang, mereka belum tampil dalam performa terbaik dan banyak mengalami kesalahan di lapangan.
Felisha menambahkan, “Kami telah fokus pada kontrol permainan, namun masih banyak aspek yang perlu diperbaiki.” Meskipun ada perubahan taktik selama pertandingan, mereka mencatat bahwa strategi menyerang lebih efektif dibandingkan pertahanan dalam meraih poin.
Dengan demikian, perlunya evaluasi dan perbaikan bisa dijadikan pelajaran untuk pertandingan mendatang. Keduanya berkomitmen untuk menjadikan hasil ini sebagai motivasi guna meningkatkan performa di turnamen mendatang.
Pelajaran Berharga dari Pengalaman di BWF World Tour Finals
BWF World Tour Finals 2025 juga menjadi pengalaman berharga bagi Jafar dan Felisha. Jafar menyatakan bahwa meski mereka tidak lolos dari fase grup, pencapaian ini tetap jadi kebanggaan tersendiri. “Ini adalah debut pertama kami, dan meskipun hasil akhirnya tidak sesuai harapan, kami siap untuk belajar dari pengalaman ini,” ujarnya.
Felisha menambahkan bahwa konsistensi merupakan tantangan terbesar yang harus dihadapi. “Kami bisa mengimbangi permainan lawan, tetapi sering kali di poin kritis, konsistensi kami menurun,” jelasnya. Ia berharap evaluasi ini akan membawa kemajuan bagi mereka di tahun-tahun mendatang.
Secara keseluruhan, keduanya sepakat bahwa ada banyak aspek yang perlu ditingkatkan untuk menghadapi pasangan-pasangan dari peringkat atas. Ketahanan fisik dan mental dalam momen-momen penting sangat krusial untuk meraih kesuksesan di kancah internasional.
Jadwal dan Hasil Lainnya dari Wakil Indonesia di Pertandingan yang Sama
Berdasarkan hasil pertandingan pada 19 Desember 2025, Jafar dan Felisha bukanlah satu-satunya wakil Indonesia yang bertanding. Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, juga berhasil mencatatkan kemenangan atas Tomoka Miyazaki dari Jepang dengan skor 21-17, 21-9 di Grup A.
Selain itu, terdapat pertandingan lainnya yang melibatkan wakil Indonesia, seperti Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri di sektor ganda putra yang menghadapi Liang Wei Keng dan Wang Chang dari China. Mereka semua berusaha memberikan yang terbaik untuk mengharumkan nama bangsa dalam turnamen bergengsi ini.
Melihat hasil-hasil ini, semangat dan kerja keras seluruh atlet Indonesia patut diacungi jempol. Meskipun tidak semua pasangan berhasil lolos ke fase berikutnya, mereka telah memberikan penampilan yang layak mendapat perhatian.




