PDI Perjuangan mengeluarkan respon tegas terkait pernyataan yang diungkap oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tentang Jawa Tengah yang disebut sebagai kandang gajah. Pernyataan ini menandakan ketegangan politik yang semakin meningkat menjelang pemilu mendatang. Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menganggap pernyataan tersebut prematur dan menyebutkan Jawa Tengah telah lama menjadi basis kekuasaan PDIP yang sering dijuluki “Kandang Banteng”.
Dalam konteks menuju pemilihan umum, Hasto menjelaskan bahwa masyarakat yang akan menentukan arah kepemimpinan. Dia juga menekankan pentingnya bagi partai untuk melakukan autokritik dan perbaikan di dalam tubuh PDIP. Semua ini dilakukan untuk mempertajam ideologi dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang ada.
“Pemilu masih panjang. Rakyat yang menentukan,” tegas Hasto saat menghadiri konferensi pers dalam rangka HUT ke-53 PDIP. Ia menambahkan bahwa dalam situasi seperti saat ini, penting bagi partai untuk mengonsolidasi organisasi agar dapat siap membantu masyarakat ketika menghadapi kesulitan, seperti bencana.
Pernyataan Kaesang Sebagai Pemicu Kontroversi
Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, mencuatkan isu mengenai status Jawa Tengah sebagai kandang gajah saat membuka Rapat Koordinasi Wilayah PSI di Solo. Pernyataan ini menegaskan ambisi PSI untuk semakin memperkuat posisinya di wilayah tersebut sebelum pemilu 2029. Ia menyebutkan bahwa meskipun PSI telah memiliki 12 kursi DPRD di Jawa Tengah, jumlah tersebut masih dianggap kurang memadai untuk mewakili aspirasi masyarakat secara optimal.
Kaesang menuturkan target ambisius partainya, yakni untuk meningkatkan jumlah kursi DPRD Provinsi menjadi 17. Dia berpendapat bahwa langkah ini akan memungkinkan PSI untuk lebih berpengaruh dalam pengambilan keputusan. “Jujur saja, 12 kursi itu masih terlalu kecil untuk Jawa Tengah,” paparnya dengan tegas.
Pada pemilihan umum sebelumnya, PSI hanya meraih satu kursi DPRD di Kota Solo. Namun, berkat upaya kerja keras, pada pemilu mendatang, angka tersebut diproyeksikan naik menjadi lima kursi, dan PSI kini telah berhasil menempatkan kadernya sebagai pimpinan DPRD Kota Solo.
Strategi PSI dalam Menghadapi Pemilihan Mendatang
Dalam upaya meningkatkan kekuatan struktural partai, Kaesang juga menekankan pentingnya peran strategis para ketua DPC. Menurutnya, mereka adalah ujung tombak di lapangan, dan kinerja mereka sangat menentukan keberhasilan PSI dalam meraih suara rakyat. “Kami di pusat tidak ada artinya tanpa para ketua DPC yang bekerja di lapangan,” ungkapnya.
Kaesang menegaskan komitmennya untuk memastikan PSI hadir dan berkontribusi bagi masyarakat di Jawa Tengah. Ambisi ini dia kemukakan dengan harapan untuk membangun kolaborasi dengan semua anggota partai. “Tolong bantu kami untuk bekerja dan bergerak bersama menuju Pemilu 2029,” kata Kaesang penuh semangat.
Dengan semangat yang tinggi, PSI berkomitmen untuk menjadi partai yang akuntabel dan responsif terhadap aspirasi masyarakat. Dalam rangka mencapainya, partai ini berencana untuk memperhatikan isu-isu yang relevan dan mendasar, termasuk bencana dan masalah kesejahteraan sosial.
PDI Perjuangan dan Tantangan Masa Depan
Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa PDIP menjadikan momen HUT ke-53 sebagai kesempatan untuk melakukan introspeksi mendalam. Ini mencakup identifikasi kelemahan dan mencari cara untuk meningkatkan efektivitas partai. Dalam konteks ini, mereka berfokus pada bagaimana cara menangani masalah yang dihadapi masyarakat, terutama yang berkaitan dengan penanganan bencana.
“PDI Perjuangan bergerak maksimum demi kemanusiaan,” tegasnya. Hasto meyakini bahwa komitmen untuk membantu masyarakat akan menjadi landasan utama PDIP, meskipun hal tersebut tidak harus terkait dengan bagaimana mereka memilih calon pemimpin.
Komitmen untuk berdedikasi kepada rakyat inilah yang menjadi kekuatan PDIP. Pada saat yang bersamaan, Hasto juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan dukungan dari berbagai elemennya untuk berfungsi secara efektif dalam masyarakat. Dengan strategi yang jelas, PDIP berharap bisa tetap menjadi partai dominan di wilayah yang selama ini menjadi basisnya.




