Kantor SAR Jakarta telah resmi menghentikan operasi pencarian terhadap tiga orang yang dilaporkan hilang di kawasan penambangan yang dikelola di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penghentian pencarian ini diambil setelah sejumlah upaya dilakukan tanpa membuahkan hasil.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menyebutkan bahwa berbagai langkah pencarian telah dijalankan dengan membagi tim menjadi dua. Masing-masing tim bertugas untuk menyisir area yang berbeda, namun hasilnya tetap nihil dalam menemukan para korban.
SRU I ditugaskan untuk menyelidiki lubang galian penambangan dengan memanfaatkan informasi dari saksi. Galian tersebut memiliki kedalaman hingga 200 meter dengan diameter sekitar 50-70 cm, membuat proses pencarian sangat berisiko.
Rincian Proses Pencarian yang Dilakukan oleh Tim Resque
Operasi pencarian yang dipimpin oleh tim SAR tidak hanya melibatkan penyisiran fisik, tetapi juga evaluasi dari berbagai pihak. Desiana mencatat bahwa hasil pencarian tidak menemukan korban atau tanda-tanda lain dalam area yang ditentukan.
Tim gabungan tersebut, terdiri dari kantor SAR dan Basarnas Special Group, bekerja tanpa kenal lelah. Namun, setelah sesuai prosedur, mereka memutuskan untuk menghentikan pencarian dan melakukan evaluasi terhadap situasi yang ada.
Pada saat debriefing, tim menilai bahwa usaha pencarian sudah dianggap tidak efektif. Beberapa aspek yang menjadi perhatian adalah kondisi lokasi serta risiko yang mungkin dihadapi oleh para penyelamat.
Keputusan Resmi Penghentian Operasi Pencarian
Desiana menegaskan bahwa keputusan untuk menutup operasi pencarian merujuk pada Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan. Regulasi ini menjadi dasar hukum untuk menghentikan pencarian jika hasilnya di luar ekspektasi.
Evaluasi juga melibatkan stakeholder terkait, termasuk keluarga korban. Hal ini penting untuk memastikan bahwa semua pihak memahami keputusan yang diambil serta langkah-langkah yang telah diupayakan.
Dengan penutupan ini, harapan untuk menemukan ketiga orang yang hilang pun sirna. Namun, semua telah dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku dalam situasi pencarian dan pertolongan yang seperti ini.
Kondisi Terkait Insiden yang Terjadi di Lokasi Tambang
Sebelum operasi pencarian dihentikan, terdapat kabar mengenai kepulan asap yang terdeteksi di area tambang. Polisi mengonfirmasi bahwa insiden ini bukan disebabkan oleh ledakan, melainkan berasal dari kebakaran material yang ada di dalam lubang tambang.
Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, menjelaskan bahwa asap muncul di salah satu level tambang dan mereka masih menelusuri sumber asap tersebut. Tingkat karbon monoksida di lokasi masih tinggi, sehingga belum ada tim yang dapat melakukan investigasi lebih jauh.
Kondisi tersebut telah menyebabkan evakuasi seluruh pekerja dari area yang berpotensi bahaya. Situasi ini menambah kompleksitas yang dihadapi oleh tim penyelamat, di mana keselamatan personal menjadi prioritas utama.




