Menteri Kelautan dan Perikanan mengungkapkan pengalaman menggugah saat membantu merelakan tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan yang menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Kelelahan yang dialaminya akibat situasi emosional ini sangat berdampak pada kesehatannya, hingga membuatnya pingsan dalam acara tersebut.
Keberanian dan rasa tanggung jawab terlihat jelas dalam ungkapan Menteri saat mengakui kondisinya. Ia berbagi pengalaman melalui media sosial, menceritakan tentang rasa syukur dan perhatian yang diberikan oleh masyarakat serta rekan sejawatnya di masa sulit ini.
Peristiwa Tragedi Pesawat ATR 42-500 yang Mengguncang KKP
Kecelakaan pesawat ATR 42-500 terjadi ketika pesawat tersebut dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Makassar. Kejadian itu berlangsung pada Sabtu, 17 Januari, dan membuat seluruh jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan berduka mendalam.
Pesawat kehilangan kontak dan jatuh di lokasi terpencil, yaitu di puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Tim SAR yang diterjunkan berhasil menemukan semua korban, dan proses evakuasi berlangsung dengan penuh tugas dan tanggung jawab.
Tiga pegawai KKP yang menjadi korban adalah Kapten Andy Dahananto, Ferry Irawan, dan Yoga Naufal. Kehilangan ini tentu saja memicu perasaan hampa dan kesedihan di lingkungan kementerian dan keluarga mereka.
Tragedi ini menjadi salah satu momen bersejarah bagi KKP, mengingat besarnya dampak yang ditinggalkan oleh para korban. Komunitas KKP bersatu dalam pelaksanaan upacara pelepasan jenazah yang menjadi momen peringatan untuk menghormati jasa dan dedikasi para pegawai tersebut.
Sikap Menteri KKP di Tengah Musibah dan Dukungan Masyarakat
Menteri KKP, meski tengah dalam perjalanan dinas bersama Presiden, tetap bertekad untuk berada di sisi rekan-rekannya di saat-saat sulit ini. Hal tersebut menunjukkan komitmennya sebagai pemimpin yang tidak hanya memikirkan tugas, tetapi juga memperhatikan kondisi mental dan emosional stafnya.
Dalam unggahan di akun media sosial, Menteri KKP menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan yang dia terima dari masyarakat. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada Presiden, yang secara langsung menghubunginya untuk menanyakan kondisi kesehatan setelah insiden tersebut.
Ini bukan hanya tentang kehilangan pegawai, tetapi juga tentang bagaimana KKP sebagai satu kesatuan menghadapi situasi sulit. Fokusnya adalah untuk terus maju dan menjaga semangat perjuangan yang diwariskan oleh para korban.
Proses pemulihan dari kehilangan ini akan memakan waktu, tetapi dukungan emosional antaranggota KKP diharapkan dapat membantu mereka menghadapi masa-masa kelam ini bersama-sama.
Langkah-Langkah Ke Depan untuk Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian Kelautan dan Perikanan diharapkan dapat belajar dari tragedi ini dan memperkuat prosedur keselamatan penerbangan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Peningkatan sistem komunikasi dan dukungan kepada keluarga korban menjadi hal yang penting untuk menjadi perhatian utama kementerian.
Menteri KKP berkomitmen akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait aspek keselamatan dalam setiap operasi penerbangan kementerian. Keselamatan pegawai dan warga negara harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan kementerian.
Selain itu, upaya untuk mengedukasi masyarakat mengenai keselamatan dan prosedur evakuasi harus ditingkatkan. Masyarakat perlu paham akan risiko yang ada dan bagaimana cara meminimalisirnya.
Pemimpin kementerian juga merencanakan untuk mengadakan program dukungan psikologis bagi pegawai yang terdampak trauma akibat kecelakaan ini. Hal ini diharapkan dapat membantu mereka untuk bisa kembali beraktivitas dengan baik.




