Kisah Keisha Fatimah Azzahra menarik perhatian banyak kalangan. Pebulu tangkis berbakat asal Indonesia ini mengambil langkah yang cukup mengejutkan dengan memilih untuk membela Azerbaijan dalam karirnya.
Namanya mulai bersinar saat ia tampil di Indonesia Masters 2025, di mana ia menunjukkan performa yang mengejutkan di hadapan publik. Yang lebih menarik, ia tampil tanpa mengenakan lambang merah putih, melainkan bendera Azerbaijan, menciptakan perdebatan di kalangan penggemar bulu tangkis.
Keisha lahir di Pekanbaru, Riau, dan diakui sebagai salah satu atlet berbakat yang lahir dari PB Mutiara Bandung. Keputusan yang diambilnya tidak sepenuhnya tanpa alasan, mengingat perjalanan karir bulu tangkisnya penuh dengan liku-liku yang kompleks.
Kisah Awal dan Perjalanan Karir Keisha di Bulutangkis
Panjang perjalanan Keisha di bulu tangkis dimulai jauh sebelum dirinya memilih untuk berpindah negara. Setelah menempuh berbagai pelatihan dan kompetisi, ia berpartisipasi dalam Seleksi Nasional pada tahun 2022, di mana ia berhasil menjadi runner-up.
Namun, meskipun berhasil, jalan menuju Pelatnas PBSI tampak tertutup baginya. Hanya juara yang dipilih untuk bergabung dengan program pelatihan nasional, membuat Keisha harus mencari alternatif demi memenuhi ambisinya sebagai seorang atlet.
Keputusan untuk memilih Azerbaijan muncul sebagai pilihan yang logis bagi Keisha. Meskipun harus melepas identitasnya sebagai atlet Indonesia, ia melihat hal tersebut sebagai peluang baru bagi karirnya, sehingga ia bisa tetap aktif bermain di tingkat internasional.
Pemilihan Azerbaijan dan Motivasi di Baliknya
Alasan utama yang mendasari pilihan Keisha adalah keinginannya untuk melanjutkan mimpinya di dunia bulu tangkis. Ia memiliki cita-cita untuk berprestasi di Eropa dan tampil di Olimpiade, yang merupakan impian setiap atlet bulu tangkis.
“Saya ingin menjadi pemain bulu tangkis dunia,” ungkap Keisha ketika ditanyai mengenai keputusan besar ini. Keinginan untuk tetap berada di jalur persaingan internasional membuatnya mengambil langkah berani ini.
Meski terkesan kontroversial, pilihan Keisha mendapatkan dukungan dari banyak pihak yang memahami bahwa seorang atlet perlu mengutamakan kariernya. Ini adalah langkah demi langkah yang dianggap sebagai investasi pada masa depannya sebagai seorang pemain.
Reaksi dan Dukungan dari Publik dan Penggemar
Pindahnya Keisha ke Azerbaijan memicu berbagai reaksi di kalangan penggemar bulu tangkis. Beberapa pendukungnya merasa bangga dengan keputusan tersebut, sementara yang lain mempertanyakan pilihan yang diambilnya.
Di media sosial, banyak yang berdebat mengenai identitas dan kebanggaan nasional. Namun, banyak juga yang memberikan dukungan penuh, mengingat betapa kerasnya kerja yang dilakukan Keisha demi mencapai impiannya.
Sebagai atlet, Keisha telah berusaha keras untuk menunjukkan kemampuannya. Kini, tantangannya adalah membuktikan bahwa pilihan yang diambilnya adalah langkah yang tepat untuk meraih sukses dalam karirnya.




