Sekjen Partai Solidaritas Indonesia, Raja Juli Antoni, memberikan tanggapannya terkait langkah Partai Amanat Nasional yang mengusung Zulkifli Hasan sebagai calon wakil presiden di Pilpres 2029. Dalam pandangannya, wacana ini merupakan hal yang wajar dalam dinamika politik yang ada.
Raja Juli berharap agar Zulkifli Hasan tetap sehat dan siap untuk menghadapi Pilpres yang akan datang. Menurutnya, langkah PAN ini adalah bagian dari hak politik yang harus dihormati dan bukan sesuatu yang perlu diperlonggar.
Selain itu, Raja Juli menegaskan pentingnya fokus partai koalisi saat ini tidak terganggu oleh wacana kontestasi mendatang. Ia mengingatkan seluruh anggota koalisi agar berkomitmen untuk mendukung program-program yang sudah dicanangkan oleh Prabowo Subianto.
Pentingnya Konsolidasi Internal Partai pada Masa Kini
Raja Juli mengungkapkan bahwa saat ini, konsolidasi internal harus menjadi prioritas bagi semua pihak. Kesuksesan program pemerintahan adalah hal yang perlu didorong sebagai langkah awal menuju pemilihan presiden yang akan datang. Semua partai pendukung diharapkan untuk saling mendukung dalam mencapai visi tersebut.
Dia menekankan bahwa soliditas koalisi adalah kunci agar agenda pemerintah dapat terealisasi dengan baik. Dalam konteks ini, dia menilai bahwa kurasi mengenai siapa yang akan menjadi cawapres masih terlalu dini untuk dibahas saat ini.
Sikap Raja Juli yang menekankan perlunya konsolidasi ini menunjukkan komitmen PSI untuk tetap bersatu dalam mendukung Prabowo sebagai kepala koalisi. Dengan soliditas, diharapkan program-program yang sudah dirancang dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Prabowo sebagai Figur Sentral dalam Penentuan Cawapres
Sebagai pemimpin tertinggi koalisi, Prabowo Subianto memiliki otoritas penuh dalam menentukan siapa yang dapat mendampinginya. Raja Juli menyatakan bahwa keputusan terkait capres dan cawapres harus mempertimbangkan kenyamanan Prabowo dan penerimaan publik. Sosok pendamping yang ideal adalah yang bisa bekerja sama dengan baik dan diterima oleh masyarakat.
Dia menambahkan bahwa proses pemilihan pendamping Prabowo sebaiknya didiskusikan secara matang setelah keberhasilan program-program saat ini. Hal ini untuk memastikan bahwa semua keputusan yang diambil akan melanjutkan performa positif pemerintahan.
Dalam pandangan Raja Juli, penentuan cawapres juga harus dilandasi oleh rasa saling percaya dan saling menghargai antarpartai di dalam koalisi. Anggota koalisi diharapkan dapat memberikan dukungan penuh kepada Prabowo dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai pemimpin.
Dukungan dari Partai dan Mantan Pemimpin
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, secara terbuka menyatakan dukungannya untuk anaknya, Gibran Rakabuming Raka, sebagai wakil presiden untuk mendampingi Prabowo di Pilpres 2029. Hal ini menjadi sinyal bahwa dukungan dari berbagai pihak di luar koalisi juga diperlukan untuk kesuksesan Prabowo.
Sementara, Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno juga mengungkapkan komitmennya untuk mendukung Prabowo, mencatat bahwa PAN telah konsisten mendukungnya dalam tiga pemilihan presiden sebelumnya. Dalam pandangannya, Zulkifli Hasan sebagai pendamping Prabowo akan menggerakkan mesin partai untuk bekerja keras.
Bagi Eddy, Zulkifli Hasan dianggap sebagai figur yang bisa menghidupkan semangat partai, serta mampu membawa kontribusi positif bagi pemenangan di Pilpres mendatang. Dukungan dari banyak kalangan menjadi sangat penting dalam menciptakan soliditas yang kuat di antara partai-partai pendukung.
Menangkap Atmosfer Politik yang Menggugah
Sekjen Partai Gerindra, Sugiono, merespons positif dukungan yang datang dari sejumlah partai politik. Dia berterima kasih atas segala dukungan yang diberikan dan menganggapnya sebagai bagian dari cita-cita bersama. Atmosfer politik yang kondusif perlu dipelihara untuk memastikan kesinambungan program pembangunan.
Meskipun dukungan semakin kuat, Sugiono juga mengingatkan bahwa Pilpres 2029 masih jauh dan banyak yang harus dilakukan terlebih dahulu. Fokus saat ini seharusnya tetap kepada pencapaian program-program pemerintah yang sedang berjalan.
Perbincangan tentang siapa sosok yang akan mendampingi Prabowo dalam pemilihan mendatang, masih dianggap prematur. Bagi Sugiono, saat ini adalah waktu untuk bekerja keras dalam mengawal berbagai agenda pemerintahan agar bisa mencapai sukses yang berkelanjutan.




