Setelah mengarungi perjalanan yang cukup menegangkan, tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, akhirnya berhasil melaju ke semifinal Indonesia Masters 2026. Ia mencatatkan kemenangan yang luar biasa dengan menaklukkan lawannya dari Jepang, Yushi Tanaka, dalam sebuah pertandingan yang diadakan di Istora Senayan.
Pada pertemuan tersebut, Alwi berhasil mengamankan dua game langsung dengan skor 22-20 dan 21-16. Namun, di balik kesuksesannya, pemain berusia 20 tahun ini mengalami momen yang mendebarkan ketika mendapatkan teguran keras dari wasit mengenai aturan yang diterapkan dalam kejuaraan ini.
Peraturan 25 Detik yang Ketat Menjadi Sorotan
Salah satu faktor penentu dalam pertandingan ini adalah penerapan ketat aturan 25 detik yang dicanangkan oleh Badminton World Federation (BWF). Wasit sangat menekankan peraturan tersebut, dan hal ini menjadi perhatian serius bagi Alwi selama pertandingannya. Teguran yang datang berulang kali membuatnya merasa tertekan.
Alwi mengungkapkan, saat mendekati waktu dimulainya pertandingan, ia sudah menerima sejumlah teguran dari wasit yang dianggapnya kurang pantas. “Cukup tricky tadi wasitnya; dari awal baru mau masuk lapangan juga sudah ada teguran-teguran yang saya rasa belum perlu diucapkan,” jelasnya dalam konferensi pers.
Situasi ini membuat atmosfer pertandingan semakin menegangkan, karena Alwi merasa setiap gerakannya semakin diperhatikan. Dengan adanya penekanan dari wasit, ia harus tetap waspada dan mampu tetap berkonsentrasi pada permainan.
Perjuangan Melawan Tekanan dan Emosi di Lapangan
Meskipun terjadi ketegangan, Alwi menunjukkan kematangan luar biasa dalam mengatasi tekanan. Dia mengaku sempat terpancing emosi akibat teguran yang diterimanya. Namun, dukungan dari pelatihnya, Indra Wijaya, berperan penting dalam membantunya tetap tenang.
Indra Wijaya memberikan arahan yang sangat dibutuhkan Alwi untuk tetap fokus pada strategi permainan daripada berlarut dalam perdebatan dengan wasit. “Saya belajar untuk tetap tenang dan tidak membiarkan situasi mempengaruhi permainan saya,” ungkap Alwi.
Pengendalian emosi dan konsentrasi merupakan kunci bagi Alwi untuk bisa mengungguli lawan, terutama di saat-saat genting di lapangan. Dengan dukungan yang kuat dari tim, Alwi berhasil menjaga performanya hingga akhir pertandingan.
Kemenangan yang Menjadi Awal dari Kesuksesan Besar
Kemenangan ini tidak hanya membawa Alwi Farhan melangkah ke semifinal, tetapi juga membuka peluang besar baginya di masa depan. Keberhasilannya mengalahkan lawan yang tangguh menunjukkan kekuatan dan keahlian yang dimilikinya. Ini menjadi momen berharga dalam karirnya yang masih sangat muda.
Dalam waktu dekat, ia akan berhadapan dengan lawan berikutnya yang tentunya akan menjadi tantangan yang lebih besar. Kemenangan ini membuatnya semakin percaya diri untuk menghadapi setiap pertandingan yang akan datang.
Alwi berharap, dengan performa yang ditunjukkannya, ia dapat memberi inspirasi tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk atlet muda lainnya di Indonesia yang bercita-cita tinggi dalam dunia bulu tangkis.




