Recent events have highlighted concerns regarding chemical warehouses, specifically in the Taman Tekno BSD area of South Tangerang. Approximately five to six chemical warehouses have been identified, raising alarms about environmental safety and management practices.
Syamsul Haryanto, a member of the South Tangerang City Council, emphasizes the need for improved governance in these areas. His call for better oversight comes after alarming incidents of environmental pollution, particularly related to chemical storage.
Peningkatan Tata Kelola Bahan Kimia di Taman Tekno BSD
Pernyataan Syamsul tersebut muncul setelah terjadi kebakaran di sebuah gudang pestisida, yang memicu pencemaran aliran Kali Jaletreng hingga Sungai Cisadane. Kebakaran tersebut diakibatkan oleh kelalaian dalam pengelolaan limbah di gudang yang berkapasitas besar.
Insiden ini berdampak pada ekosistem lokal, dengan ribuan ikan mati akibat kontaminasi. Hal ini menunjukkan bahawa pengelolaan gudang bahan kimia di daerah tersebut masih kurang memadai.
Syamsul, yang akrab disapa Atoel, melaksanakan inspeksi mendadak ke lokasi bersama beberapa legislator lainnya. Temuan mereka mencolok, di mana tidak ada instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang ditemukan selama kunjungan tersebut.
Pentingnya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)
Dalam laporan tersebut, Atoel menekankan bahwa limbah kimia harus melalui proses pengolahan yang memadai sebelum dibuang ke sungai. Tanpa adanya instalasi pengolahan yang sesuai, risiko pencemaran tetap tinggi.
Dia menyatakan bahwa gudang-gudang tersebut perlu segera dibenahi untuk menghindari terulangnya insiden serupa. Itu sebabnya, pengelola harus mematuhi peraturan yang berlaku demi keselamatan lingkungan.
Atoel mengingatkan pentingnya dokumentasi yang lengkap, seperti sertifikat laik fungsi dan izin lainnya. Semua pengelola gudang di Taman Tekno harus bersikap kooperatif ketika pemerintah daerah meminta informasi.
Tanggung Jawab Pengelola dan Kolaborasi dengan Pemerintah
Syamsul menjelaskan bahwa setiap unit gudang di kawasan tersebut wajib dilengkapi dengan instalasi pengolahan air limbah sendiri. Penggunaan sistem pengolahan limbah terpusat tidak cukup untuk menjamin keamanan.
Dia menunjuk risiko yang dapat terjadi jika pengelolaan limbah tidak dibenahi. Tanpa tindakan tegas, insiden pencemaran akan mengancam berulang kali.
Harapannya, pengelola kawasan BSD bisa berkumpul dengan pemerintah daerah untuk mendiskusikan solusi yang tepat dan berkelanjutan. Kerjasama ini sangat penting untuk melindungi lingkungan sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat.
Pendapat Masyarakat dan Respons Pengelola Gudang
Terkait pernyataan ini, hingga berita diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pengelola kawasan atau pengembang BSD City. Hal ini menjadi pertanyaan besar di benak masyarakat tentang tindakan yang akan diambil.
Tanggapan masyarakat terhadap isu lingkungan yang muncul juga sangat signifikan. Kesadaran akan pentingnya lingkungan yang bersih semakin meningkat, dan mereka berharap tindakan nyata segera dilakukan.
Partisipasi publik dalam mengawasi kegiatan pengelolaan di kawasan pergudangan sangat diperlukan. Melalui komunikasi yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan pengelola, diharapkan isu pencemaran dapat diatasi secara efektif.




