Pebulu tangkis Indonesia, Apriyani Rahayu, tengah bersiap untuk kembali ke arena ganda campuran, sebuah langkah yang dipenuhi semangat dan harapan. Peraih medali emas dari Olimpiade Tokyo 2020 ini akan dipasangkan dengan pemain muda, Taufik Aderya, dalam ajang Ruichang China Masters 2026 yang dijadwalkan pada 10-15 Maret.
Apriyani akan berlaga dalam dua kategori, yakni ganda putri dan ganda campuran. Di ganda putri, ia dipasangkan dengan Lanny Tria Mayasari, sementara di ganda campuran bersama Taufik Aderya, hal yang menandai keterlibatannya kembali dalam kategori ini setelah beberapa tahun tidak bermain di sektor tersebut.
Dengan keputusan ini, Apriyani berharap dapat menjelajahi kembali pengalaman bermain ganda campuran yang sebelumnya pernah digelutinya. Meskipun tantangan yang dihadapi di babak kualifikasi cukup berat, semangatnya untuk mengembalikan performa terbaik tetap menjadi motivasi tersendiri bagi dirinya.
Bergabung di sektor ganda campuran bukan semata karena permintaan pelatih, tetapi juga ketertarikan pribadi Apriyani. Dia menggambarkan pengalaman ini sebagai kesempatan emosional untuk kembali merasakan atmosfer kompetisi yang telah lama ditinggalkannya.
Pembelajaran Penting Dari Pengalaman Sebelumnya Dalam Ganda Campuran
Dalam kariernya, Apriyani sebelumnya pernah bermain di ganda campuran antara tahun 2014 hingga 2016. Selama periode itu, ia berpasangan dengan sejumlah pemain, termasuk Panji Akbar Sudrajat dan Rinov Rivaldy, yang telah memberikan banyak pengalaman berharga baginya.
Kemampuan beradaptasi dan berkolaborasi dengan berbagai pasangan menjadi kunci kesuksesan yang diperolehnya. Apriyani menjelaskan bahwa setiap pasangan memberikan dinamika unik yang memperkaya keterampilannya di lapangan.
Melalui pengalaman tersebut, Apriyani menyadari pentingnya komunikasi dan kerjasama dalam tim. Hal ini menjadi sangat krusial, terutama di ganda campuran, di mana koordinasi antara pasangan dapat menentukan hasil akhir pertandingan.
Setiap momen dan hasil di lapangan selalu dia gunakan sebagai pembelajaran. Apriyani berharap dapat menerapkan pelajaran yang diperolehnya di masa lalu dalam pertandingan mendatang di Ruichang China Masters 2026.
Kesiapan dan Strategi Apriyani Menjelang China Masters 2026
Menjelang turnamen, Apriyani mengaku telah mempersiapkan diri dengan baik, baik secara fisik maupun mental. Latihan intensif dan bimbingan dari pelatih di Pelatnas Cipayung membantu memastikan bahwa kondisi fisiknya mencapai puncaknya.
Kombinasi antara kekuatan dan strategi permainan menjadi fokus utama selama masa persiapan. Apriyani dan Taufik akan berusaha untuk membangun chemistry yang baik agar dapat tampil maksimal di setiap pertandingan.
Lebih dari sekadar berkompetisi, Apriyani ingin membuktikan bahwa ia masih memiliki kemampuan untuk bersaing di level tinggi. Ia percaya pada potensi yang dimiliki oleh dirinya dan Taufik, serta optimis dapat memberikan performa terbaik di ajang ini.
Sebagai pemain berpengalaman, Apriyani juga ingin menjadi mentor bagi Taufik. Ia berharap dapat membagi pengetahuannya selama bertanding sebagai cara untuk lebih siap menghadapi tekanan dalam turnamen yang kompetitif ini.
Aspirasinya untuk Masa Depan di Dunia Bulutangkis
Apriyani juga memiliki cita-cita yang lebih besar ke depannya. Ia ingin menciptakan sejarah di dunia bulutangkis dengan meraih lebih banyak medali, baik di level domestik maupun internasional. Rasa cinta dan semangatnya terhadap olahraga ini sangat memotivasi langkahnya ke depan.
Dengan kembali bermain ganda campuran, Apriyani berharap dapat memberikan inspirasi bagi generasi muda atlet bulutangkis di Indonesia. Ia ingin menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, segala sesuatu mungkin dapat dicapai.
Apriyani juga memimpikan untuk melahirkan pasangan-pasangan baru yang berpotensi dalam ganda campuran. Ia berkeinginan untuk memberikan dukungan bagi pemain-pemain muda agar dapat bersinar di tingkat internasional.
Tentunya, setiap langkah yang diambilnya akan selalu diiringi dengan semangat untuk kembali meraih prestasi terbaik. Apriyani tidak hanya ingin dikenal sebagai atlet, tetapi juga sebagai aset berharga bagi perkembangan bulutangkis di Indonesia.
Secara keseluruhan, langkah Apriyani Rahayu untuk kembali ke dunia ganda campuran menunjukkan dedikasi dan komitmen yang tinggi. Melalui ajang Ruichang China Masters 2026, ia berharap dapat menunjukkan bahwa perjalanan seorang atlet tidak pernah berhenti, dan setiap tantangan adalah kesempatan untuk tumbuh dan berkembang.




