Rencana pembangunan Sekolah Maung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjadi sorotan publik. Sekolah ini dirancang untuk mencetak generasi manusia unggul yang mampu bersaing di era modern.
Dedi Mulyadi menyatakan bahwa sekolah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Dengan semangat adaptasi terhadap perubahan zaman, dia berharap Sekolah Maung dapat menjawab tantangan masa depan.
Konsep Sekolah Maung, yang berarti Manusia Unggul, mencakup berbagai jurusan strategis. Jurusan tersebut diharapkan bisa menyuplai tenaga profesional yang diperlukan oleh industri dan masyarakat.
Pembangunan Sekolah Maung: Langkah Strategis untuk Masa Depan
Pembangunan Sekolah Maung direncanakan akan dimulai pada tahun 2026. Operasional sekolah dijadwalkan berfungsi pada tahun 2027, menandai awal era pendidikan baru di Jawa Barat.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa sekolah ini akan menawarkan enam jurusan yang telah dipilih berdasarkan kebutuhan masa depan. Menurutnya, jurusan-jurusan tersebut sangat penting untuk mempersiapkan siswa menghadapi persaingan global.
Enam jurusan yang akan ditawarkan mencakup teknologi informasi, otomotif, pertanian, olahraga, elektro, dan kelautan. Dengan begitu, siswa dapat memilih sesuai minat dan kebutuhan pasar.
Strategi Pembiayaan dan Dukungan dari Pemerintah
Pembiayaan pembangunan Sekolah Maung menjadi perhatian utama. Dedi Mulyadi berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan finansial untuk proyek ini.
Namun, dia juga merencanakan agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan anggaran yang memadai. Hal ini menunjukkan komitmen daerah untuk memperbaiki kualitas pendidikan.
KDM juga menyampaikan keyakinan bahwa investasi pendidikan ini akan membuahkan hasil jangka panjang yang signifikan bagi masyarakat. Dia berharap anggaran yang diajukan dapat diakses dengan baik.
Peningkatan Fasilitas Pendukung untuk Lingkungan Sekolah
Selain pembangunan fasilitas pendidikan, Dedi Mulyadi juga menekankan pentingnya pengembangan infrastruktur di sekitar sekolah. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi siswa.
Fasilitas pendukung seperti trotoar, taman, dan halte diharapkan dapat memperbaiki aksesibilitas menuju sekolah. Pengembangan jalan provinsi di sekitar area sekolah juga menjadi perhatian dalam rencana ini.
Pembangunan trotoar yang dilengkapi dengan lampu dan kursi akan memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan. Dengan demikian, siswa dan masyarakat sekitar akan merasa lebih aman dan nyaman saat beraktivitas.




