Kasus yang melibatkan Hogi Minaya menjadi sorotan publik setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menyebabkan kematian dua orang penjambret. Peristiwa ini terjadi saat Hogi berusaha membela istrinya yang dijambret di Jalan Jogja-Solo, Sleman pada April tahun lalu.
Dalam sebuah rapat yang diselenggarakan oleh Komisi III DPR RI, Hogi, beserta perwakilan dari Polresta Sleman dan Kajari Sleman, menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Hogi Minaya berupaya menyelamatkan tas milik istrinya yang dirampas, dan hal ini memicu serangkaian peristiwa yang berujung tragis.
Menurut pengacara Hogi, Teguh Sri, istri Hogi, Arsita Ningtyas, tengah dalam perjalanan mengantar pesanan makanan ringan kepada salah satu hotel ketika kejadian itu terjadi. Saat itulah, Arsita bertemu dengan Hogi yang sedang mengendarai mobil dan keduanya terkejut melihat situasi yang terjadi.
Detail Kronologi Peristiwa Tindakan Mencuri di Sleman
Pada pagi hari 26 April, Arsita mengalami insiden yang mengguncang saat sedang mengantar snack. Motor yang dikendarainya diserang oleh dua orang berboncengan yang mencoba merampas tasnya menggunakan cutter.
Setelah melihat istrinya dalam situasi berbahaya, Hogi segera mengejar penjambret tersebut menggunakan mobilnya. Dengan intensitas kecemasan yang tinggi, Hogi berusaha menghentikan tindakan kriminal yang mengancam keselamatan istrinya.
Proses pengejaran berlangsung dramatis, di mana Hogi berupaya menghadang dengan mobilnya, tetapi penjambret malah melaju semakin cepat. Kecelakaan pun tak terhindarkan ketika kontak terjadi antara kendaraan Hogi dan sepeda motor para penjambret.
Analisis dari Kapolresta Sleman Mengenai Kasus Ini
Kapolresta Sleman, Kombes Pol Edy Setyanto, memberikan penjelasan lebih lanjut terkait insiden ini. Menurutnya, terdapat dua dimensi kasus yaitu pencurian dengan kekerasan dan kecelakaan lalu lintas yang berujung pada kematian dua orang.
Selama penyelidikan, pihak kepolisian mendapatkan informasi terkait dugaan penganiayaan yang melibatkan Hogi. Namun, hal ini dipatahkan oleh rekaman CCTV yang menunjukkan situasi sebenarnya saat kecelakaan terjadi.
Dari deliberasi CCTV, tampak bahwa sepeda motor yang digunakan para penjambret telah berada di jalur yang benar, dan sebab-sebab kematian korban disebabkan oleh benturan dari belakang yang kuat. Hal ini menjadi kunci dalam memahami sebab akibat yang terjadi dalam kecelakaan tersebut.
Respons Oleh Komisi III DPR Terhadap Penetapan Tersangka
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyatakan bahwa Hogi seharusnya tidak dijadikan tersangka dalam kasus ini. Ia berpendapat bahwa peraturan perundang-undangan memberikan dasar untuk menghentikan kasus demi hukum, mengingat Hogi berupaya melindungi istrinya.
Habiburokhman menyampaikan betapa pentingnya keadilan dalam penegakan hukum, bukan hanya untuk menegakkan kepastian hukum semata. Ia merasa bahwa kasus ini telah menimbulkan kemarahan publik, dan perlu ada langkah tepat untuk menormalkan situasi yang tegang ini.
Pernyataan tersebut pun mengundang perhatian khusus dari para anggota rapat, di mana Habiburokhman menekankan pentingnya menjaga kredibilitas institusi hukum di mata publik. Dalam konteks ini, ia tidak ingin penderitaan yang dialami Hogi terabaikan.




