Kebakaran hebat yang melanda sebuah gudang bahan kimia di Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, mengundang perhatian banyak pihak. Kejadian yang berlangsung pada Senin dini hari ini mengakibatkan kerugian material yang cukup besar, diperkirakan mencapai dua miliar rupiah.
Menurut laporan yang diterima, kebakaran terjadi sekitar pukul 04.30 WIB dan api sulit dipadamkan karena adanya berbagai bahan kimia di dalam gudang tersebut. Untuk memadamkan api, sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran serta sekitar 70 personel dikerahkan ke lokasi.
Kapolsek Cisauk, AKP Dhady Arsya, menyatakan bahwa pihak kepolisian telah memeriksa lima orang saksi dari kalangan keamanan dan karyawan perusahaan yang berada di lokasi kejadian. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memperjelas penyebab kebakaran yang diduga berasal dari arus pendek listrik.
Investigasi Kebakaran yang Melibatkan Pusat Laboratorium Forensik
Untuk menyelidiki lebih lanjut, kepolisian berencana melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri. Hal ini dilakukan agar penyebab pasti kebakaran bisa diketahui dengan akurat.
Celoteh Dhady mengungkapkan pentingnya penyelidikan lebih mendalam terhadap kasus ini. “Kami akan menggunakan Puslabfor untuk tindak lanjut dan pendalaman,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.
Tindakan cepat ini diambil untuk memastikan bahwa kejadian serupa tidak akan terulang di masa depan. Keberadaan bahan kimia dalam jumlah banyak di dalam gudang menjadi perhatian khusus bagi pihak kepolisian.
Dampak Lingkungan Akibat Kebakaran Gudang Kimia
Selain kerugian materiil, kebakaran ini juga berdampak pada lingkungan. Residu dari kebakaran diduga telah mencemari aliran sungai di wilayah Serpong, Tangerang Selatan.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan air di sungai berubah warna menjadi putih dan mengeluarkan bau kimia yang menyengat. Ini menjadi pertanda bahwa pencemaran bisa berdampak buruk bagi ekosistem setempat.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan telah menindaklanjuti situasi ini dengan mengambil sampel air dari beberapa lokasi. Pengawas DLH Tangsel, Yofi, menjelaskan bahwaempat titik sampel diambil untuk memastikan kandungan zat berbahaya dalam air.
Upaya Memadamkan Api dan Mencegah Kebakaran Lebih Lanjut
Api yang berkobar di gudang kimia tersebut membuat petugas pemadam kebakaran bekerja keras. Keberadaan bahan-bahan yang mudah terbakar di dalam gudang menjadi tantangan tersendiri bagi tim pemadam.
Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangsel, Omay Komarudin, menyatakan bahwa mereka melakukan segala upaya untuk memadamkan api seefisien mungkin. “Yang terbakar adalah gudang kimia, serta barang-barang berupa pestisida yang ada di dalamnya,” ungkapnya.
Memadamkan kebakaran ini bukanlah hal yang mudah, tetapi berkat kerjasama tim yang solid, api berhasil dikendalikan. Namun, proses pemadaman berlangsung cukup lama mengingat banyaknya bahan kimia yang terlibat.




