Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk tidak meninggalkan para korban bencana yang melanda beberapa daerah di Indonesia, terutama di Sumatra. Pada malam pergantian tahun 2026, ia mengunjungi Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, untuk memberikan dukungan kepada masyarakat setempat yang terdampak.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat berinteraksi dengan warga, di mana ia menekankan pentingnya persatuan dan gotong royong dalam menghadapi situasi sulit ini. Ia berharap agar semua pihak saling mendukung demi pemulihan dan kesejahteraan masyarakat yang terkena dampak bencana.
Kesulitan yang Dihadapi dan Komitmen Pemerintah
Prabowo menegaskan bahwa meski Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, masyarakat harus tetap waspada terhadap kondisi alam yang bisa berubah sewaktu-waktu. Ia mengingatkan agar alam dihormati dan dijaga demi keberlangsungan kehidupan masyarakat.
Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa pemerintah bertekad untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terkena bencana. “Kami dipilih rakyat untuk bekerja bagi rakyat,” ujarnya saat berbicara di hadapan warga.
Walaupun menghadapi berbagai tantangan selama sebulan terakhir akibat bencana, Prabowo optimis ada kemajuan signifikan yang berhasil dicapai pemerintahan. Ia menyampaikan, “Banyak desa telah kembali pulih, dan kondisi infrastruktur juga diperbaiki secara bertahap.
Ketua DPD setempat melaporkan bahwa dari sekian banyak desa yang terdampak, kini hanya beberapa desa saja yang masih mengalami kesulitan. Ini menunjukkan upaya pemerintah dalam melaksanakan pemulihan berjalan dengan baik.
Prabowo juga mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam penanganan bencana, termasuk tenaga kesehatan dan relawan. Keterlibatan masyarakat dalam proses pemulihan menjadi sangat penting untuk membangun kembali kepercayaan dan semangat di kalangan warga.
Pembangunan Kembali dan Harapan ke Depan
Dalam kunjungannya, Prabowo menyatakan komitmen pemerintah untuk membangun kembali rumah-rumah warga yang rusak akibat bencana. “Kami akan melakukan rekontruksi dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Ia juga menekankan perlunya optimisme dalam menghadapi tahun yang akan datang. “Kita harus semangat, sebab dari tantangan ini, kita bisa keluar dengan lebih kuat,” serunya kepada masyarakat.
Prabowo berharap semua pihak, baik itu perusahaan maupun individu, untuk mematuhi hukum yang berlaku. Ia menambahkan, “Kepatuhan adalah kunci, dan kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan hukum jika ada yang melanggar.”
Ia juga berharap agar masyarakat saling bahu-membahu dalam membangun kembali kehidupan pasca-bencana. Semangat gotong royong yang tercipta akan memudahkan proses pemulihan.
Prabowo percaya bahwa dengan kebersamaan dan kerja keras, Indonesia akan semakin kuat dalam menghadapi setiap tantangan di masa depan. Pemulihan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga seluruh elemen masyarakat.
Pendidikan sebagai Kunci Masa Depan
Pendidikan menjadi salah satu fokus utama dalam proses pemulihan bencana ini. Prabowo menekankan pentingnya pendidikan yang berkualitas untuk menciptakan generasi yang lebih baik. “Kita harus mempersiapkan anak-anak kita untuk masa depan,” ujarnya.
Dengan kembali berfungsinya sekolah-sekolah, diharapkan anak-anak dapat melanjutkan pendidikan mereka dengan baik. “Pendidikan adalah investasi terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.
Prabowo juga berjanji akan berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di daerah yang terkena dampak bencana. “Kami bertekad akan memperbaiki fasilitas pendidikan yang rusak akibat bencana,” kata dia.
Menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi non-pemerintah, bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. “Bersama kita bisa menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik,” ujarnya.
Dengan pendidikan yang berkualitas, diharapkan masyarakat bisa lebih siap dan tangguh dalam menghadapi segala tantangan di masa depan. “Mari kita terus semangat dalam pendidikan,” serunya kepada generasi muda.




