Maskapai Wings Air kini resmi mengoperasikan rute penerbangan baru antara Kualanamu di Sumatera Utara dan Rembele, Aceh, setiap hari. Langkah ini tidak hanya untuk mengangkut penumpang tetapi juga mendukung distribusi bantuan ke daerah yang terkena dampak bencana.
Dengan reaktivasi rute ini, diharapkan penanganan bencana dan upaya pemulihan pascabencana di wilayah tengah Aceh dapat lebih cepat dan efisien. Ini menjadi kebutuhan urgent bagi masyarakat setempat yang terdampak.
Peresmian penerbangan dilakukan oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar. Menurutnya, keberadaan transportasi udara dalam situasi mendesak seperti ini sangatlah penting dan dapat membantu mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak.
Pembukaan Rute Kualanamu-Rembele Dapat Mempercepat Penanganan Bencana
“Ini adalah kebutuhan mendesak di tengah derita yang dialami masyarakat akibat bencana,” ungkap Muhaimin di Bandara Internasional Kualanamu. Dia menekankan pentingnya transportasi udara untuk memastikan pengiriman logistik dan bantuan kemanusiaan dapat berlangsung dengan baik.
Berita baik ini diharapkan akan membawa dampak positif, terutama bagi masyarakat di Bener Meriah dan Takengon. Pembukaan rute ini tidak hanya akan meningkatkan mobilitas masyarakat, tetapi juga membuat distribusi bantuan kemanusiaan menjadi lebih efisien.
“Penerbangan dari Kualanamu ke Rembele sangat penting untuk mendukung semua kebutuhan masyarakat Aceh,” tambah Muhaimin. Dengan adanya penerbangan ini, masyarakat setempat diharapkan dapat kembali beraktivitas normal lebih cepat.
Proses Komunikasi dengan Pihak Lion Air Group Sangat Strategis
Muhaimin mengungkapkan bahwa dia sebelumnya telah berbicara dengan pemilik Lion Air Group, Rusdi Kirana. Dalam diskusi tersebut, mereka membahas urgensi pembukaan kembali rute penerbangan ini untuk mempercepat distribusi bantuan di Aceh.
Awalnya, Lion Air Group merencanakan penerbangan tiga kali seminggu, namun atas pertimbangan situasi, kesepakatan dibuat untuk menjadikan penerbangan ini setiap hari. Ini adalah contoh nyata kolaborasi antar pihak dalam menangani bencana.
Muhaimin menegaskan bahwa gotong royong seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama untuk menangani bencana ini dengan efektif. Keterlibatan semua pihak, termasuk sektor swasta, sangat penting dalam memulihkan keadaan.
Dampak Keseluruhan Rute bagi Masyarakat Aceh dan Distribusi Bantuan
Dalam konteks ini, rute Kualanamu-Rembele membuka akses yang lebih dekat untuk masyarakat setempat. Ini sangat berarti bagi daerah Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues yang baru saja menghadapi bencana banjir dan longsor.
Kehadiran penerbangan harian ini diharapkan dapat mempercepat pemberdayaan masyarakat setelah bencana. Rute baru ini menawarkan solusi logistik yang vital untuk mendukung kegiatan pascabencana di seluruh wilayah terdampak.
Muhaimin berharap agar operasional penerbangan Kualanamu-Rembele dapat berlangsung dengan baik dalam jangka panjang. Keberlanjutan penerbangan ini adalah langkah maju penting bagi pemulihan komunitas lokal.




