Polda Sumatera Utara (Sumut) menegaskan larangan terhadap pesta kembang api saat perayaan malam Tahun Baru 2026. Ini adalah langkah yang diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi bencana banjir dan longsor di beberapa daerah, termasuk di Sumut, Aceh, dan Sumbar.
Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, mengingatkan masyarakat untuk tidak menggelar pesta kembang api. Sebagai gantinya, perayaan tahun baru tahun ini diharapkan diisi dengan aktivitas yang lebih sederhana dan bermakna.
Ferry menekankan pentingnya bagi semua pihak untuk berempati dengan mereka yang sedang mengalami musibah. Dengan menghindari euforia berlebihan, diharapkan perayaan Tahun Baru 2026 dapat berlangsung aman dan tertib.
Respons Polda Sumut Terhadap Kejadian Bencana Alam
Polda Sumut telah mengeluarkan larangan ini di tengah dampak bencana yang mengancam kehidupan masyarakat. Langkah ini dianggap perlu agar semua orang dapat merasakan kesedihan yang hadir akibat bencana tersebut.
Ferry menegaskan bahwa merayakan tahun baru seharusnya dilakukan dengan cara yang lebih positif. Kegiatan-kegiatan sederhana, seperti berkumpul bersama keluarga, dapat lebih bermanfaat daripada mengadakan pesta kembang api yang berpotensi mengganggu.
Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat menghormati sesama yang tengah berjuang menghadapi kesulitan. Larangan ini tidak hanya bentuk kepatuhan hukum, tetapi juga wujud solidaritas sosial.
Pentingnya Menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat
Tidak hanya larangan pesta kembang api, Polda Sumut juga akan melarang pesta minuman keras. Ini penting untuk mencegah kemungkinan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang dapat terjadi di malam pergantian tahun.
Ferry mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam kegiatan yang berpotensi merugikan diri sendiri dan orang lain. Sikap disiplin dan tanggung jawab diperlukan agar perayaan berlangsung tanpa insiden yang tidak diinginkan.
Larangan ini bertujuan untuk menciptakan suasana malam tahun baru yang lebih aman dan nyaman bagi semua. Dengan demikian, harapan untuk tahun baru pun dapat dimulai dengan niat yang baik.
Persiapan Pengamanan oleh Polda Sumut
Polda Sumut akan menurunkan sekitar 5.737 personel gabungan untuk mengamankan malam Tahun Baru 2026. Dari jumlah tersebut, 4.250 orang adalah anggota Polri yang siap menjaga keamanan di berbagai lokasi di Sumut.
Ada 166 pos pengamanan yang disiapkan di berbagai titik, seperti Lapangan Merdeka Medan. Penempatan pos ini diharapkan mampu membantu mengantisipasi keramaian dan aktivitas masyarakat saat malam pergantian tahun.
Pengamanan juga akan difokuskan di gereja-gereja yang menggelar misa saat pergantian tahun dan di tempat hiburan. Poldasu ingin memastikan setiap orang dapat merayakan peristiwa ini dalam suasana yang aman dan nyaman.
Kesiapan Menghadapi Kerumunan dan Pengaturan Lalu Lintas
Menjelang malam tahun baru, Polda Sumut meningkatkan kesiapsiagaan di lapangan. Rekayasa lalu lintas akan diterapkan sesuai dengan situasi yang ada saat malam tersebut, untuk mengatasi kepadatan yang mungkin terjadi.
Kombinasi antara pengawasan ketat dan tindakan preventif diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman bagi umat untuk merayakan Tahun Baru. Langkah-langkah ini adalah bagian dari komitmen Polda Sumut untuk menjaga ketertiban di masyarakat.
Dengan segala persiapan ini, diharapkan perayaan tahun baru tidak hanya menjadi momen kegembiraan tetapi juga refleksi kolektif terhadap perjuangan yang dihadapi oleh berbagai pihak. Mari kita sambut tahun baru dengan kesadaran sosial yang lebih tinggi.




