Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan mengenai potensi gelombang tinggi yang akan melanda perairan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur hingga akhir tahun 2025. Fenomena ini disebabkan oleh perkembangan bibit siklon tropis 96S yang berada di sekitar wilayah tersebut, yang berdampak pada kondisi cuaca dan keselamatan pelayaran.
Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Seran, menjelaskan bahwa meskipun tinggi gelombang di bagian utara Labuan Bajo diperkirakan menurun pada akhir bulan, kewaspadaan di wilayah selatan tetap perlu ditingkatkan. Kondisi cuaca yang tidak menentu ini memerlukan perhatian khusus dari masyarakat dan wisatawan yang beraktivitas di laut.
Maria menegaskan pentingnya memantau informasi resmi dari BMKG agar masyarakat bisa memperoleh pemahaman yang jelas mengenai potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi. Hal ini sangat relevan bagi pelayaran wisata yang sering beroperasi di daerah tersebut.
Peringatan Cuaca dan Gelombang Tinggi di Labuan Bajo
BMKG pun secara khusus merilis informasi terkait potensi gelombang tinggi yang bisa mencapai 1,25 hingga 2,5 meter di perairan selatan Labuan Bajo. Kondisi ini dikategorikan sedang, namun bisa menjadi berbahaya jika terjadi hujan yang disertai kilat. Oleh karena itu, wisatawan disarankan untuk tetap waspada.
Siklon tropis yang berpengaruh terhadap gelombang di Labuan Bajo juga bisa menyebabkan perubahan cepat dalam kondisi cuaca. Penjelasan mengenai cuaca yang berisiko ini penting untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan saat beraktivitas di laut.
Ketika gelombang tinggi ini menjalar memasuki perairan sempit, punggung gelombangnya dapat meningkat, menciptakan potensi bahaya yang lebih besar bagi kapal-kapal kecil. Masyarakat setempat dan pelaku wisata harus memahami dinamika ini untuk menjaga keselamatan saat berlayar.
Dampak Insiden Kecelakaan Kapal Wisata
Insiden tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di Pulau Padar pada Jumat malam menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan di laut. Tim SAR telah berhasil mengevakuasi tujuh penumpang dari total sebelas korban, namun empat orang masih dalam pencarian. Ini menunjukkan risiko yang dapat terjadi di saat cuaca buruk.
Kepala Kantor Basarnas Maumere, Fathur Rahman, mengungkapkan bagaimana evakuasi dilakukan secara cepat setelah laporan kejadian diterima. Hal ini menunjukkan pentingnya respons cepat dalam situasi darurat yang melibatkan keselamatan jiwa.
Dua penumpang yang selamat adalah wisatawan asing asal Spanyol. Penyelamatan yang berhasil ini mencerminkan upaya kolaboratif dari berbagai tim SAR yang bersinergi demi keselamatan pelancong.
Statistik dan Upaya Pencarian Korban
Menurut laporan, empat wisatawan asal Spanyol masih dalam pencarian, dan identitas mereka telah diketahui. Ini menciptakan kekhawatiran tambahan di kalangan masyarakat mengenai keselamatan saat berlayar di perairan yang berisiko tinggi ini. Tim SAR harus terus melakukan pencarian dan penyelamatan hingga semua korban ditemukan.
Sejak kejadian tersebut, penting bagi pihak berwenang untuk meningkatkan informasi mengenai potensi bahaya yang dapat terjadi di perairan Labuan Bajo. Peningkatan kampanye keselamatan dan kewaspadaan bagi wisatawan sangat dibutuhkan untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.
Dengan memahami potensi cuaca dan gelombang yang dapat terjadi, masyarakat dan wisatawan diharapkan dapat mengambil langkah-langkah proaktif untuk menjaga keselamatan mereka saat berada di laut. Kesadaran dan pendidikan mengenai hal ini menjadi kunci utama untuk melindungi jiwa dan harta benda.




