Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan pertemuan yang digelar di kediaman Presiden Prabowo Subianto pada Jumat lalu. Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat dan cendekiawan, bukan partai politik, yang memberikan masukan tentang isu-isu penting di Indonesia.
Dalam penjelasannya, Prasetyo memastikan bahwa kehadiran mereka bukan sebagai oposisi. Menurutnya, para tokoh tersebut hadir untuk berdialog dan memberikan saran kepada pemerintah.
“Kita perlu memahami bahwa semua ini adalah dialog terbuka. Tokoh-tokoh yang hadir memiliki perhatian terhadap berbagai isu kebangsaan,” tegas Prasetyo setelah konferensi pers di Jakarta.
Menariknya Pertemuan Berbagai Tokoh Masyarakat
Di antara para peserta pertemuan terdapat nama-nama terkenal seperti peneliti dari BRIN, Siti Zuhro, dan mantan Kabareskrim, Susno Duadji. Mereka berbicara mengenai berbagai isu, termasuk pemilu dan penegakan hukum di Indonesia.
Prasetyo menambahkan bahwa diskusi tersebut sangat konstruktif dan membuka ruang bagi kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah. Setiap masukan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas kebijakan publik.
“Misalnya, Profesor Siti Zuhro membahas isu kepemiluan, sementara Pak Susno fokus pada penegakan hukum. Diskusi ini sangat penting untuk kemajuan bangsa,” jelasnya.
Program Pemerintah dan Capaian yang Dibahas
Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo juga memaparkan capaian program pemerintah selama lebih dari satu tahun kepemimpinannya. Penekanan dijelaskan bahwa semua program hadir untuk kepentingan rakyat.
Prasetyo mengungkapkan bahwa Presiden menyampaikan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini menunjukkan bahwa pemerintah selalu berusaha mengakomodasi aspirasi dan kebutuhan rakyat.
“Program-program yang ada tidak lepas dari orientasi untuk keinginan dan kepentingan bangsa. Kita ingin memastikan bahwa semua langkah pemerintah selaras dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Pentingnya Dialog antara Pemerintah dan Masyarakat
Dialog terbuka seperti ini sangat esensial untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Melalui pertemuan semacam ini, feedback dapat diberikan secara langsung kepada para pemimpin.
Prasetyo menekankan bahwa kehadiran para tokoh masyarakat adalah langkah penting dalam upaya mendengarkan aspirasi rakyat. Diskusi ini akan membantu pemerintah menciptakan kebijakan yang lebih relevan.
“Adanya keterbukaan dari pemerintah kepada tokoh-tokoh masyarakat menciptakan rasa saling percaya dan kolaborasi yang lebih baik,” ujarnya. Ini juga menandai komitmen pemerintah untuk mengakomodasi suara-suara masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.




