Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (PERHUMAS) memberikan penghargaan bergengsi dalam bidang kehumasan pada tahun 2026, menandakan komitmen kuat terhadap pengembangan profesi ini di tanah air. Anugerah PERHUMAS dan Penghargaan Keunggulan Hubungan Masyarakat (PREA) diumumkan dalam acara Konvensi Humas Indonesia (KHI) 2026, yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah, pada tanggal 17 Oktober.
Kedua penghargaan ini mencakup sembilan kategori untuk menghargai individu dan institusi yang memberikan kontribusi signifikan di bidang kehumasan. Dewan Pakar PERHUMAS, Nia Sarinastiti, menegaskan bahwa penghargaan ini lebih kepada pengakuan kompetensi daripada sekedar kompetisi.
Penerima penghargaan dinilai dari dedikasi mereka dalam meningkatkan pengetahuan, praktik, dan organisasi hubungan masyarakat di Indonesia. Melalui anugerah ini, diharapkan motivasi untuk melakukan inovasi dalam praktik humas akan semakin meningkat.
Berbagai Kategori Penghargaan dalam Anugerah PERHUMAS 2026
Anugerah PERHUMAS mencakup berbagai kategori yang ditujukan untuk menghargai kontribusi individu dan lembaga. Setiap kategori menunjukkan keragaman dalam praktik kehumasan serta pengaruh yang dapat diberikan kepada masyarakat. Hal ini mencakup prestasi dalam komunikasi, perencanaan strategis, serta pengelolaan isu-isu yang ada.
Dalam kategori Humas Pemerintah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerima penghargaan. Penerima penghargaan juga berasal dari sektor swasta, menunjukkan bahwa industri juga memandang penting komunikasi yang efektif dalam operasional mereka.
Tokoh Humas yang diakui dalam acara ini, Rosarita Niken Widiastuti, merupakan salah satu individu yang telah membawa dampak besar dalam pengembangan kehumasan. Penghargaan ini tidak hanya menghargai individu, tetapi juga organisasi yang berperan penting dalam membangun citra publik yang positif.
PERHUMAS Public Relations Excellence Awards (PREA) 2026
Selain Anugerah PERHUMAS, terdapat juga PREA yang bergerak fokus pada penghargaan terhadap program-program kehumasan. Di berbagai kategori seperti Corporate PR Program dan Sustainability/ESG/CSR PR Program, penghargaan diberikan kepada lembaga yang menunjukkan inovasi serta keberlanjutan dalam praktik komunikasi mereka.
Pentingnya kategori ini adalah memberikan pengakuan kepada organisasi yang tidak hanya melaksanakan tugas mereka, tetapi juga berkontribusi terhadap masyarakat secara lebih luas. Misalnya, PT MRT Jakarta dibedakan dengan prestasinya dalam mengelola isu-isu yang relevan bagi publik.
Penerimaan penghargaan ini tidak hanya sekedar pengakuan, tetapi juga menjadi alat untuk mempromosikan praktek kehumasan yang etis dan transparan. Dalam dunia yang semakin kompleks, organisasi perlu memadukan cara komunikasi yang klasik dengan teknologi terbaru untuk mencapai audiens yang lebih luas.
Kegiatan Konvensi Humas Indonesia (KHI) 2026
KHI merupakan ajang yang diadakan setiap tahun dan berperan penting dalam menjalin relasi antara berbagai pemangku kepentingan di bidang komunikasi. Praktisi humas, akademisi, dan pemimpin komunikasi berkumpul untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Acara ini mencakup diskusi panel, workshop, serta presentasi dari para ahli di bidang kehumasan.
Pada tahun ini, pertemuan tersebut memperdebatkan tantangan yang dihadapi profesi kehumasan, terutama dalam era digital yang terus berkembang. Pengembangan teknologi membuka peluang, namun juga tantangan baru yang perlu diatasi oleh para praktisi.
Salah satu fokus utama dalam KHI adalah bagaimana memastikan bahwa komunikasi yang dilakukan tetap relevan dan efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Dalam dunia yang serba cepat, adaptasi terhadap perubahan ini sangat penting untuk kesuksesan kehumasan.



