Dalam menghadapi tantangan ekonomi global, menjaga stabilitas nilai tukar menjadi suatu hal yang sangat penting bagi perekonomian Indonesia. Anggota Komisi XI DPR RI, Marwan Cik Asan, baru-baru ini menekankan perlunya perhatian ekstra dari pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga kepercayaan pasar, terutama di saat nilai tukar rupiah tertekan.
Pelemahan rupiah yang menembus batas Rp17.500 per dolar AS menunjukkan tekanan baik dari faktor eksternal maupun domestik. Marwan Cik Asan meyakini bahwa meski ada tantangan ini, kondisi ekonomi Indonesia masih memiliki fundamental yang relatif kuat.
Marwan menegaskan bahwa cadangan devisa Indonesia berada pada level yang aman, dengan rasio utang pemerintah terhadap PDB yang masih terkendali. Sistem perbankan juga dalam kondisi sehat, memberikan harapan bahwa perekonomian dapat resilien terhadap guncangan yang terjadi di tingkat global.
Pentingnya Kebijakan Terukur dalam Menanggapi Volatilitas Nilai Tukar
Pelemahan nilai tukar rupiah tak bisa dianggap sepele, menurut Marwan. Volatilitas yang tinggi dapat menyulut inflasi yang diimpor, meningkatkan biaya utang luar negeri, dan menekan daya beli masyarakat secara signifikan.
Karena itu, Marwan menyerukan kepada pemerintah dan Bank Indonesia untuk merespons situasi ini dengan kebijakan yang terukur dan terkoordinasi. Intervensi yang tidak berorientasi jangka pendek akan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Strategi yang perlu diterapkan mencakup intervensi di pasar spot dan pasar offshore. Namun, Marwan mengingatkan bahwa langkah ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak menggerus cadangan devisa yang ada secara berlebihan.
Peran Komunikasi dan Harapan terhadap Kebijakan BI
Marwan menekankan pentingnya komunikasi yang jelas dari Bank Indonesia untuk menjaga harapan pasar dan ekspektasi yang positif. Di saat-saat tekanan seperti ini, persepsi sering kali lebih berpengaruh daripada data fundamental itu sendiri.
Dengan memberikan panduan yang jelas, spekulasi pasar dapat diminimalisir. Marwan juga mengapresiasi upaya pembatasan pembelian dolar AS tanpa underlying transaction, walaupun pelaksanaannya harus hati-hati untuk menghindari kepanikan yang tidak diinginkan di pasar.
Dia menekankan pentingnya pengawasan yang ketat terhadap repatriasi devisa hasil ekspor sumber daya alam, yang masih banyak berada di luar negeri. Kebijakan yang konsisten dan memberikan kepastian hukum akan membangun kepercayaan pelaku usaha.
Kebijakan DHE dan Percepatan Penggunaan Skema LCS
Menurut Marwan, langkah strategis untuk mempercepat penggunaan skema Local Currency Settlement (LCS) menjadi penting untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada dolar AS dalam transaksi perdagangan internasional. Hal ini juga dapat memberikan ruang bagi penguatan nilai tukar rupiah.
Dia menegaskan bahwa stabilisasi rupiah bukanlah tanggung jawab Bank Indonesia semata, tetapi juga melibatkan peran aktif dari Kementerian Keuangan. Dengan pengelolaan pembiayaan yang fleksibel dan optimalisasi instrumen, stabilitas pasar surat utang negara dapat dijaga.
“Tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini bukan hanya berasal dari tekanan global, tetapi juga bagaimana kita dapat menjaga konsistensi kebijakan dan membangun kepercayaan pasar,” ucapnya. Pendekatan yang terencana menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ini.
Menghadapi Kenaikan Suku Bunga dan Daya Tarik Aset Domestik
Marwan juga menyoroti dampak dari kenaikan suku bunga yang dilakukan oleh Bank Indonesia. Kenaikan suku bunga dapat menahan arus keluar modal dan menjaga daya tarik aset domestik, tetapi jika terlalu agresif dapat menekan kredit serta investasi domestik.
Stabilisasi jangka pendek memang diperlukan untuk meredam gejolak, namun dicari solusi permanen yang mencakup penguatan fundamental ekonomi melalui reformasi struktural, disiplin fiskal, dan kebijakan yang kredibel. Ini menjadi fokus utama untuk mencapai keseimbangan antara stabilitas nilai tukar dan pertumbuhan ekonomi.
“Oleh karena itu, pendekatan yang gradual dan bergantung pada data akan menjadi pilihan yang paling rasional,” tutur Marwan, mengusulkan strategi yang cermat dalam menjaga kestabilan perekonomian Indonesia.



