Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, menegaskan bahwa perang suku tidak boleh terjadi lagi di wilayah Papua Pegunungan. Ia mengungkapkan bahwa kekerasan seperti itu hanya akan merusak ikatan persaudaraan di antara suku-suku yang ada di daerah tersebut.
Dalam pernyataannya di Wamena, Tabo mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah terulangnya peristiwa tragis yang merenggut nyawa dan melukai banyak orang. Menurutnya, sudah saatnya masyarakat Papua Pegunungan hidup dalam damai dan saling menghargai.
Perang antar suku kerap terjadi di daerah tersebut dan telah menimbulkan banyak korban jiwa, serta memicu perpecahan yang mendalam di tengah masyarakat. Tabo mendorong masyarakat untuk mengambil langkah proaktif dalam mengatasi masalah dengan cara yang lebih konstruktif.
Menindaklanjuti Arahan Pemerintah Pusat tentang Pelarangan Perang Suku
Gubernur Tabo menegaskan pentingnya penegakan hukum untuk mencegah perang suku. Ia meminta aparat keamanan untuk bertindak tegas terhadap setiap potensi konflik yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dia menjelaskan bahwa sesuai dengan arahan dari Kementerian Dalam Negeri, akan segera disusun rancangan peraturan daerah tentang pelarangan perang suku. Hal ini diharapkan dapat menjadi langkah preventif yang efektif.
Tabo menambahkan bahwa pelibatan semua pihak, termasuk masyarakat adat, sangat diperlukan dalam penyusunan aturan ini. Semua elemen harus berkomitmen demi terciptanya situasi yang aman dan damai di wilayah Papua Pegunungan.
Pentingnya Menggunakan Hukum Positif daripada Hukum Adat
Kepala daerah ini menekankan bahwa penyelesaian sengketa di Papua Pegunungan ke depan harus mengacu pada hukum positif. Ia mendorong masyarakat untuk tidak lagi menggunakan hukum adat yang seringkali tidak membawa penyelesaian yang adil.
Menurutnya, pendekatan hukum yang formal akan memberikan kepastian dan keadilan bagi semua pihak yang terlibat. Dengan demikian, potensi terjadinya konflik dapat diminimalisir.
Penggunaan hukum positif juga diharapkan dapat menciptakan rasa saling percaya antarwarga, sehingga masyarakat dapat hidup dalam harmoni. Tabo mengajak semua pihak untuk berperan aktif dalam perubahan ini.
Menghadapi Rawan Konflik dengan Kesadaran Kolektif
Wilayah Papua Pegunungan dikenal dengan keragaman budaya dan suku, sehingga konflik antar suku sering kali muncul. Untuk itu, diperlukan kesadaran kolektif di antara seluruh elemen masyarakat untuk mencegah terjadinya perang suku.
Pentingnya dialog antar masyarakat juga ditekankan sebagai langkah untuk menyelesaikan konflik. Dengan berkomunikasi dan memahami satu sama lain, diharapkan perbedaan yang ada dapat menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan.
Gubernur Tabo percaya bahwa dengan kerja sama yang baik, masyarakat Papua Pegunungan dapat bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.



