Partai Golkar mengalami perubahan signifikan terkait salah satu kadernya, Adies Kadir, yang baru saja mengundurkan diri. Keputusan ini diambil setelah pencalonannya sebagai hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dan memberi dampak besar terhadap komposisi kepengurusan partai.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, mengonfirmasi informasi tersebut. Namun, Sarmuji tidak mengungkapkan tanggal pasti pengunduran diri Adies dari partai beringin itu.
“Beliau sudah mengundurkan diri sebagai kader Golkar,” ungkap Sarmuji saat dihubungi. Situasi ini menimbulkan berbagai spekulasi terkait langkah selanjutnya partai dan posisi jajaran kepemimpinan di DPR.
Perkembangan Terbaru Dalam Partai Golkar dan DPR
Adies Kadir yang selama ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR telah meraih persetujuan dari Komisi III DPR untuk menjadi calon hakim MK. Keputusan ini merupakan langkah penting dalam kariernya, meskipun begitu, partai masih harus menyesuaikan struktur internal sebagai dampak dari pengunduran dirinya.
Sarmuji menjelaskan bahwa hingga saat ini, belum ada keputusan resmi terkait siapa yang akan menggantikan posisi Adies di DPR. Hal ini menunjukkan bahwa fraksi Golkar masih mencari calon yang tepat untuk mengisi kursi tersebut.
Keputusan untuk mengangkat Adies sebagai hakim MK telah dilalui berbagai proses, termasuk pembahasan di sejumlah fraksi. Dukungan dari delapan fraksi dalam rapat pleno menunjukkan bahwa Adies memiliki reputasi yang cukup baik di kalangan rekan-rekannya di DPR.
Dampak Pengunduran Diri Adies Kadir Terhadap Partai
Pengunduran diri Adies Kadir tentu membawa dampak yang cukup signifikan bagi Partai Golkar. Dengan kehilangan satu dari posisi penting di DPR, partai harus berupaya untuk menjaga keseimbangan kekuatannya di lembaga legislatif.
Fraksi Golkar di DPR saat ini masih menunggu arahan dari Ketua Umum partai untuk menentukan langkah selanjutnya. Proses ini penting agar pengisian posisi wakil ketua dapat dilakukan secara efisien dan tidak mengganggu kinerja fraksi di DPR.
Adies menyita perhatian publik, terutama setelah pernyataannya yang berkaitan dengan tunjangan rumah DPR. Momen tersebut berujung pada desakan masyarakat yang mengakibatkan dirinya dinonaktifkan sementara waktu, sebelum akhirnya kembali aktif setelah dinyatakan tidak bersalah oleh MKD DPR.
Reaksi Publik Terhadap Pencalonan Adies Kadir
Pencalonan Adies Kadir sebagai hakim MK sempat menimbulkan reaksi beragam di masyarakat. Beberapa pihak menganggap bahwa pengalaman Adies di legislatif akan memberi kontribusi positif bagi lembaga peradilan tersebut.
Namun, sebagian lainnya masih mempertanyakan kemampuan dan integritasnya pasca isu yang pernah menimpa dirinya. Pihak-pihak oposisi menilai bahwa keterlibatannya dalam skandal tunjangan rumah DPR dapat mempengaruhi pandangan publik terhadap keputusan ini.
Di sisi lain, dukungan yang didapatkan Adies dari kolega di DPR menunjukkan bahwa banyak yang percaya akan kemampuannya untuk menjalankan tugas baru tersebut dengan baik. Hal ini juga menandakan adanya kepercayaan dari rekan-rekan separtai yang masih mempertahankan posisinya.




