Di Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang, Banten, lebih dari seratus keluarga terjebak dalam kondisi yang sangat memprihatinkan akibat banjir yang melanda wilayah tersebut selama lebih dari satu minggu. Banjir ini disebabkan oleh adanya luapan anak Sungai Cidurian yang menggenangi permukiman warga, mengisolasi seluruh akses jalan yang ada.
Sekitar 118 keluarga dilaporkan terisolasi, dan kondisi ini menyebabkan ribuan warga merasakan dampak secara langsung dari bencana alam ini. Ketinggian air mencapai 90 sentimeter di banyak area, dan situasi ini mengkhawatirkan karena semakin lama dibiarkan, semakin parah dampaknya terhadap kesehatan dan kesejahteraan warga di daerah ini.
Relawan dan petugas dari berbagai organisasi kemanusiaan telah berupaya menyalurkan bantuan logistik kepada keluarga-keluarga yang terdampak. Bantuan ini sangat penting, mengingat kebutuhan dasar seperti makanan dan air bersih menjadi sangat terbatas di tengah kondisi yang sangat sulit ini.
Banjir Melanda: Dampak Terhadap Masyarakat di Desa Jenggot
Iman Bahlawi, Camat Mekar Baru, menyatakan bahwa banjir telah memberikan dampak signifikan terhadap masyarakat yang tinggal di daerah tersebut. Sebanyak 2.029 warga terpaksa menghadapi kenyataan sulit akibat bencana ini, yang menyulitkan mereka untuk melanjutkan aktivitas sehari-hari.
Situasi darurat ini memaksa banyak warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman, seperti SDN Jenggati yang disiapkan sebagai posko pengungsian sementara. Sebanyak 80 orang telah pindah ke lokasi tersebut untuk menghindari bahaya lebih lanjut akibat banjir.
Namun, proses evakuasi keluarga-keluarga yang terisolasi tidaklah mudah. Banyak rumah warga berada di dekat aliran sungai dan di area persawahan, sehingga mempersulit akses untuk melakukan evakuasi dan penyaluran bantuan.
Kendala Evakuasi dan Proses Penyaluran Bantuan
Dalam upaya evakuasi, Camat Iman Bahlawi mengungkapkan adanya kendala yang cukup serius. Kendala utama berasal dari lokasi rumah-rumah warga yang terletak sangat dekat dengan aliran sungai. Keadaan ini menjadikan evakuasi sangat riskan dan memerlukan perencanaan yang matang agar tidak membahayakan nyawa petugas maupun warga yang terjebak.
Bijakan untuk terus menyalurkan bantuan kebutuhan dasar di tengah situasi sulit ini sangat penting. Iman menegaskan bahwa hampir setiap hari, pihaknya berusaha memastikan bahwa sembako dan kebutuhan mendasar lainnya dapat dikirim ke mereka yang terisolasi.
Pentingnya kesinambungan dalam penyaluran bantuan ini tidak bisa dianggap sepele. Tanpa adanya suplai makanan dan air bersih, kesehatan warga akan terus terancam, terutama bagi anak-anak dan orang lanjut usia yang lebih rentan terhadap masalah kesehatan.
Analisis Penyebab Banjir dan Solusi Jangka Panjang
Penyebab utama banjir yang melanda wilayah ini dikaitkan dengan pendangkalan anak Sungai Cidurian. Ketidakmampuan sungai dalam menampung debit air yang tinggi menjadi faktor krusial dalam terjadinya bencana ini. Oleh karena itu, tindakan pencegahan perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Pemerintah Kabupaten Tangerang sudah merencanakan rencana jangka panjang untuk memperbaiki dan membenahi aliran sungai. Langkah ini diharapkan dapat memperkecil kemungkinan terjadinya banjir di masa depan. Rencana ini juga menunjukan keseriusan pemerintah dalam menangani masalah lingkungan yang kerap menjadi kendala bagi masyarakat.
Rencana pembenahan sungai ini dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2026 mendatang, dan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat yang selama ini tergantung pada kondisi aliran sungai. Dengan adanya upaya ini, warga di daerah rawan banjir diharapkan dapat memiliki lebih banyak harapan di masa depan.




