Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangerang Selatan (Tangsel) telah mengambil langkah tegas terhadap YP (54), seorang guru SDN 01 Rawa Buntu, yang diduga melakukan pencabulan terhadap 16 siswanya. Sanksi yang diterapkan mencakup pemecatan dengan tidak hormat, mengingat banyaknya korban yang terlibat dalam kasus ini.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel, Deden Deni, menegaskan bahwa pihaknya akan menunggu proses hukum yang sedang berjalan. Dia menyatakan bahwa hukuman yang akan diberikan kepada YP tidak akan ringan, sesuai dengan situasi yang ada.
Deden juga menjelaskan bahwa mereka bekerja sama dengan kepolisian dan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) untuk memberikan pendampingan kepada korban. Pendampingan ini bertujuan untuk menjaga kesehatan mental dan psikologis anak-anak agar tidak mengalami trauma berkepanjangan.
Sanksi Tegas Terhadap Perilaku Pidana di Dunia Pendidikan
Sanksi yang dikenakan kepada YP mencerminkan komitmen Dinas Pendidikan dalam menanggapi kasus pelecehan seksual yang terjadi di sekolah. Dalam hal ini, Deden menekankan bahwa tidak ada toleransi terhadap pelanggaran serius yang dapat mengancam keselamatan anak-anak.
Sementara itu, Deden menekankan pentingnya pendampingan psikologis bagi korban. Hal ini diperlukan agar anak-anak dapat menjalani masa depan tanpa beban psikologis akibat kejadian memilukan tersebut.
YP, yang telah menjadi pegawai negeri sipil sejak 2010, sebelumnya mengajar di beberapa SD lain. Informasi ini perlu ditelusuri lebih lanjut meskipun saat ini kasus sedang dalam proses hukum.
Reaksi Keras dari Pemkot Tangerang Selatan
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, memberikan pernyataan tegas mengenai dugaan pelecehan itu. Ia menyebut tindakan yang dilakukan oleh guru YP sebagai perbuatan sangat keji yang tidak dapat ditoleransi dalam lingkungan pendidikan.
Benyamin berjanji untuk memberikan sanksi paling berat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia menegaskan pentingnya untuk memastikan bahwa individu yang bersangkutan tidak memiliki tempat di lingkungan pendidikan Tangsel.
Selain mendukung tindakan hukum yang diambil oleh kepolisian, Benyamin menekankan pentingnya keadilan bagi para korban. Ia meminta penegak hukum untuk menyelesaikan kasus ini dengan adil dan transparan.
Pentingnya Pendampingan Psikologis bagi Korban
Pemerintah Kota Tangsel berkomitmen untuk mendukung pemulihan psikis anak-anak yang menjadi korban. Pendampingan yang disediakan oleh UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak akan dilakukan secara berkala untuk membantu anak-anak menjalani proses penyembuhan dari trauma.
Deden mengungkapkan bahwa fokus utama mereka adalah masa depan anak-anak dan pentingnya menyelamatkan kesehatan mental mereka setelah mengalami kejadian buruk. Mereka harus merasa aman dan terlindungi selama proses hukum berjalan.
Keberadaan komunikasi yang baik antara sekolah, anak, dan orang tua dianggap sangat berperan penting. Orang tua diimbau untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anak guna mencegah potensi penyimpangan lebih lanjut.




