Polda NTT mengumumkan bahwa proses identifikasi jenazah korban tenggelamnya kapal wisata telah selesai dan memastikan bahwa jenazah tersebut adalah pelatih tim B wanita Valencia dari Spanyol, Fernando Martin Carreras. Kepastian ini diperoleh melalui kesesuaian data ante mortem dan post mortem, mencakup berbagai ciri fisik serta barang-barang pribadi yang dimiliki korban.
Identifikasi dilakukan dengan cermat agar hasilnya akurat dan sejalan dengan prinsip-prinsip ilmiah yang berlaku. Selain pengamatan fisik, keluarga korban juga berperan penting dalam mengonfirmasi temuan yang telah dilakukan oleh Tim DVI Polda NTT.
Pengumpulan dan pencocokan data antara hasil pemeriksaan medis dan informasi dari keluarga serta kedutaan menjadi langkah utama dalam identifikasi. Meski ada keterbatasan informasi primer, seperti sidik jari, tim berhasil mengidentifikasi korban melalui data sekunder yang kuat.
Detail Proses Identifikasi yang Dilakukan Tim DVI Polda NTT
Proses identifikasi oleh Tim DVI melibatkan berbagai aspek yang harus diperhatikan dalam mencocokkan data. Tim mengedepankan metode ilmiah dan mematuhi protokol yang ditetapkan, terutama yang berkaitan dengan norma-norma kemanusiaan.
Kombinasi data primer dan sekunder dimanfaatkan untuk mencapai kesimpulan yang dapat diandalkan. Di antara data sekunder, ciri fisik seperti tinggi badan, tato, dan barang-barang yang ditemukan bersama jenazah turut dianalisis.
Seluruh data yang telah dikumpulkan kemudian dibandingkan dengan informasi yang disediakan oleh pihak keluarga dan kedutaan. Proses ini ditekankan untuk menghindari kesalahan identifikasi yang bisa membawa dampak berkepanjangan.
Proses Pencarian dan Penemuan Korban Kapal Tenggelam
Tim SAR gabungan menginvestigasi lokasi tenggelamnya KM. Putri Sakina, yang terjadi di perairan Pulau Padar pada malam hari. Pencarian intensif dilakukan setelah kapal tersebut dilaporkan tenggelam dengan sebelas penumpang di dalamnya.
Dalam proses pencarian yang berlangsung selama beberapa hari, tim menemukan satu jenazah yang diyakini sebagai korban. Penemuan ini adalah titik penting dalam upaya menyelamatkan dua korban lainnya yang masih belum ditemukan hingga saat ini.
Pihak berwenang merencanakan perluasan waktu pencarian, menambah tiga hari tambahan untuk melakukan penyisiran lebih lanjut di perairan tempat kapal tenggelam. Penggunaan teknologi mutakhir seperti sonar dan drone bawah air juga diterapkan untuk meningkatkan efektivitas pencarian.
Informasi Lengkap Mengenai Korban dan Upaya Evakuasi
Kapal wisata KM. Putri Sakina membawa tujuh penumpang, termasuk enam warga negara asing yang berasal dari Spanyol. Dengan adanya informasi yang terlihat dan penemuan yang dilakukan, kini tim SAR fokus pada pencarian dua korban yang masih hilang.
Kejadian tenggelamnya kapal menyoroti pentingnya keselamatan terkait transportasi laut, terutama di wilayah dengan banyak wisatawan. Tim berupaya keras untuk menyelamatkan serta mengidentifikasi para korban agar dapat segera dipulangkan ke negara asal mereka.
Situasi ini memicu kesadaran akan perlunya sistem evakuasi yang lebih baik dalam menghadapi kejadian darurat di laut. Pelatihan tambahan bagi petugas SAR dan peningkatan fasilitas pencarian merupakan langkah penting yang diharapkan dapat meminimalisir risiko di masa mendatang.




