Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman melakukan kunjungan ke Surabaya, Jawa Timur, untuk meninjau calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Kunjungan ini merupakan langkah penting dalam mempercepat program bedah rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Program BSPS di Jawa Timur menunjukkan peningkatan yang luar biasa tahun ini, dengan total penerima mencapai 33 ribu kepala keluarga. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu, yang hanya mencapai sekitar 3.000 unit.
“Peningkatannya sangat signifikan, dari 3.000 menjadi 33.000 rumah,” ungkap Menteri saat meninjau lokasi di Surabaya, berdasarkan informasi yang diterima. Setiap penerima akan mendapatkan bantuan sebesar Rp20 juta untuk perbaikan rumah mereka.
Bantuan untuk Pembangunan dan Ekonomi Masyarakat
Bantuan senilai Rp20 juta tersebut terbagi menjadi dua bagian, yaitu Rp17,5 juta untuk material bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tenaga kerja. Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas hunian, tetapi juga berkontribusi pada perekonomian masyarakat.
Dengan asumsi bahwa setiap rumah dikerjakan oleh tiga pekerja, program ini diprediksi dapat menyerap hampir 99 ribu tenaga kerja. “Ini berdampak besar terhadap ekonomi lokal,” jelasnya.
Selain meninjau lokasi, Menteri juga memperkenalkan program pemberdayaan ekonomi seperti Kredit Usaha Rakyat dan PNM Mekar. Sosialisasi ini ditujukan kepada pelaku usaha ultra mikro, dengan fokus pada pemberdayaan perempuan.
Pemberdayaan Perempuan dalam Perekonomian
Dalam kunjungannya, Menteri mencermati bahwa banyak perempuan di Surabaya menunjukkan ketangguhan mereka dalam mengelola usaha kecil. Rata-rata penghasilan perempuan tersebut berkisar antara Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per bulan, menunjukkan potensi yang besar dalam pemberdayaan ekonomi.
Kegiatan ini juga dihadiri anggota Komisi VII DPR RI, yang turut mendukung penyaluran program tersebut. Dari total penerima BSPS di Jawa Timur, sekitar 1.200 kepala keluarga berasal dari Surabaya, dengan sebagian besar sudah terverifikasi.
Hingga awal Mei, sekitar 600 penerima BSPS di Surabaya sudah terverifikasi, dan proses verifikasi ini akan dipercepat untuk memenuhi target yang ditetapkan. Anggota DPR memberikan apresiasi terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai pro-rakyat, khususnya program pembangunan rumah.
Dukungan dari Pemerintah Daerah dan Pusat
Pemerintah daerah juga menunjukkan dukungan terhadap pelaksanaan program BSPS yang dinilai langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Gubernur Jawa Timur mengapresiasi upaya tersebut dan menekankan pentingnya perbaikan rumah tidak layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
BSPS sendiri merupakan program dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas rumah tak layak huni. Program ini berfokus pada penyediaan bahan bangunan, sehingga masyarakat dapat membangun rumah yang layak huni.
Bantuan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, terutama dalam menyediakan tempat tinggal yang aman dan nyaman. Dengan peningkatan jumlah penerima bantuan, diharapkan lebih banyak warga yang dapat merasakan manfaat dari program ini.



