Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan terkini mengenai situasi bencana yang melanda tiga provinsi di Sumatra. Bencana itu menyebabkan dampak yang sangat serius, dengan jumlah korban jiwa mencapai angka yang mengkhawatirkan.
Hingga saat ini, data menunjukkan bahwa total korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor berjumlah 1.154 jiwa. Angka ini jelas mencerminkan besarnya tragedi yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Sebanyak 165 orang dilaporkan hilang, dan angka ini dapat meningkat seiring berjalannya waktu saat pihak berwenang melanjutkan pencarian. Para tim pencari dan penyelamat terus berupaya menemukan korban yang masih terjebak di lokasi-lokasi terisolasi.
Bencana Menciptakan Kerusakan Besar di Tiga Provinsi
Dari laporan terkini, Aceh merupakan salah satu daerah yang paling parah terkena dampak bencana ini. Jumlah korban meninggal di Aceh tercatat sebanyak 527 jiwa dengan 31 orang masih hilang.
Sumatra Utara juga mengalami kerugian yang signifikan, dengan 365 jiwa melayang. Dari total tersebut, 60 orang masih tidak dapat ditemukan hingga saat ini.
Di sisi lain, Sumatra Barat tidak kalah parah dengan 262 jiwa yang dilaporkan meninggal. Masih ada 74 orang yang hingga kini dalam status hilang, menanti kepastian dari pihak berwenang.
Proses Pencarian Korban yang Terus Berlanjut
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan, Abdul Muhari, menyatakan bahwa sistem pendataan korban dilakukan dengan cermat. Pendataan dilakukan berdasarkan alamat dan nama sehingga memudahkan dalam pencarian.
Proses pencarian dan penyelamatan terus berlangsung. Tim melakukan berbagai upaya untuk meminimalkan jumlah korban hilang, termasuk mencari di daerah-daerah yang sulit dijangkau akibat longsor dan banjir.
Sebagai tambahan, terdapat laporan bahwa jumlah orang yang hilang bertambah dua nama dari daerah Padang Panjang dan Pesisir Selatan di Sumatra Barat. Tim pencari berupaya keras untuk menjangkau semua daerah terdampak.
Kondisi Pengungsi dan Bantuan yang Diterima
Dari sisi pengungsi, jumlah mereka mengalami penurunan. Saat ini tercatat sekitar 378.164 jiwa yang masih berada di lokasi pengungsian. Penurunan ini diharapkan terus berlanjut seiring dengan bantuan yang mulai disalurkan.
Pemerintah setempat juga tengah berusaha memberikan Dana Tunggu Hunian bagi para pengungsi. Ini diharapkan dapat membantu mereka kembali ke kehidupan normal secepat mungkin.
Meskipun jumlah pengungsi mengalami penurunan, dukungan dan perhatian kepada para korban tetap diperlukan. Proses pemulihan pasca-bencana merupakan langkah krusial untuk membangun kembali kehidupannya.




