Donghan.co.id
  • Basket
  • MotoGP
  • Raket
  • Formula 1
  • Sepakbola
  • Sport Lain
No Result
View All Result
Plugin Install : Cart Icon need WooCommerce plugin to be installed.
  • Basket
  • MotoGP
  • Raket
  • Formula 1
  • Sepakbola
  • Sport Lain
No Result
View All Result
Donghan.co.id
No Result
View All Result
Home Sepakbola

Masyarakat Papua di Tepi Marginalisasi dan Tantangan yang Dihadapi

Han Zhou by Han Zhou
May 26, 2026
in Sepakbola
39 0
0
Masyarakat Papua di Tepi Marginalisasi dan Tantangan yang Dihadapi
32
SHARES
356
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook

Kepala Perwakilan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia di Papua, Frits Ramandey, menyatakan bahwa masyarakat Papua saat ini berada di tengah persimpangan yang mencolok terkait marginalisasi. Pernyataan ini diungkapkan dalam Forum Group Discussion yang membahas tentang eksploitasi sipil dan ruang hidup masyarakat Papua, yang semakin terancam oleh proyek-proyek yang mengabaikan hak-hak dasar mereka.

Frits sangat menekankan bahwa apa yang terjadi di Kabupaten Merauke merupakan cerminan dari masalah yang lebih besar yang dihadapi oleh masyarakat Papua secara keseluruhan. Di tengah proyek Program Strategis Nasional (PSN) yang dijalankan, masyarakat justru terpinggirkan dan hak-hak mereka semakin terabaikan.

Dalam pembahasan tersebut, Frits menyoroti bahwa pengembangan yang tengah berlangsung di Merauke—yang meliputi lahan pertanian dan perkebunan—dapat mengakibatkan dampak lebih jauh untuk keberlangsungan hidup masyarakat. Kerusakan lingkungan dan penggisapan sumber daya lokal menjadi isu kritis yang harus segera ditangani.

Proyek Strategis Nasional dan Dampaknya bagi Masyarakat Papua

Proyek PSN di Kabupaten Merauke mencakup pengembangan lahan seluas dua juta setengah hektare untuk produksi pangan dan energi. Namun, langkah ini mengakibatkan perubahan signifikan pada ekosistem dan kehidupan sosial masyarakat setempat. Dikhawatirkan, inisiatif ini hanya menguntungkan segelintir pihak yang memiliki kepentingan ekonomi besar.

Di dalam proyek tersebut, pengelolaan lahan dibagi kepada sepuluh perusahaan, yang jelas menunjukkan bahwa hak ulayat masyarakat Papua sering kali diabaikan. Masyarakat lokal kehilangan akses pada lahan yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.

Lebih lanjut, tidak hanya penyediaan lahan pertanian yang menjadi isu, melainkan juga praktik pengelolaan yang dilakukan tanpa melibatkan masyarakat. Ini mengakibatkan ketidakpuasan dan potensi konflik antara masyarakat dan pemerintah.

Pandangan Komnas HAM terkait Marginalisasi dan Kekerasan

Frits Ramandey menekankan bahwa situasi kekerasan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir menambah kompleksitas masalah di Papua. Jumlah peristiwa kekerasan yang terus meningkat menunjukkan bahwa pemerintah belum menemukan solusi yang tepat. Masyarakat merasa terasing di tanah mereka sendiri sekaligus terpaksa menjalani kehidupan di bawah ancaman.

Tercatat banyak sekali peristiwa yang mengakibatkan hilangnya nyawa, di mana mayoritas korban adalah warga sipil. Hal ini menandakan adanya pelemahan dalam perlindungan hak asasi manusia di Papua dan memicu keresahan yang lebih dalam di masyarakat.

Komnas HAM percaya bahwa satu-satunya jalan keluar dari konflik yang berkepanjangan ini adalah melalui dialog kemanusiaan. Inisiatif untuk berbicara dan mendengarkan suara masyarakat adalah langkah penting untuk mencapai kesepakatan yang adil bagi semua pihak.

Urgensi Dialog Kemanusiaan sebagai Solusi Konflik

Menurut Frits, dialog kemanusiaan menjadi penting dalam penyelesaian konflik di Papua. Sudah banyak pengalaman menunjukkan bahwa upaya militerisasi justru memperburuk situasi dan memperpanjang konflik. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih inklusif dan humanis harus diterapkan.

Melalui dialog ini, diharapkan ada ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan mereka, yang sering kali terabaikan. Dialog harus dilakukan dengan melibatkan semua pihak, termasuk perwakilan masyarakat, untuk memastikan keberlanjutan dan keadilan.

Frits juga mengingatkan kepada pemerintah tentang komitmennya terhadap penghormatan hak asasi manusia dalam setiap tindakan yang diambil. Tanpa adanya penghormatan terhadap keyakinan dan kebudayaan masyarakat Papua, pembangunan yang dilakukan hanya akan menjadi simbol dari penindasan dan ketidakadilan.

Tags: danDihadapiMarginalisasiMasyarakatPapuaTantanganTepiyang
Tweet8Share13Share
Previous Post

Vonis Eks Wamenaker Noel Ebenezer Akan Digelar 4 Juni

Next Post

Blusukan Keliling Indonesia, Jokowi Turun ke Cirebon Awal Juli

Han Zhou

Han Zhou

Next Post
Blusukan Keliling Indonesia, Jokowi Turun ke Cirebon Awal Juli

Blusukan Keliling Indonesia, Jokowi Turun ke Cirebon Awal Juli

Youtube Channel

Currently Playing

Follow Our Page

Popular Post

    donghan-1

    donghan.co.id - Portal Berita Sport terbaru & Terupdate 2026

    Follow Us

    Category

    • Basket
    • Formula 1
    • MotoGP
    • Raket
    • Sepakbola
    • Sport Lain

    Tag Cloud

    Akan Akibat Anak Anggota Banjir Buruh Dalam dan dari dengan Diduga DPR Dua Dugaan Dunia Haji Hingga Indonesia Jakarta Jemaah Kasus Kebakaran Kereta Korban Meninggal Menurut Minta oleh pada Polisi Prabowo Rumah saat Setelah Tahun tentang Terkait Tewas Tidak Tiga Tim TNI untuk Warga yang

    Recent News

    Serah 360 Hewan Kurban oleh Mendagri untuk Kemendagri dan BNPP

    Serah 360 Hewan Kurban oleh Mendagri untuk Kemendagri dan BNPP

    May 26, 2026
    Presiden Meksiko Terbuka Menerima Skuad Timnas Iran untuk Piala Dunia 2026

    Presiden Meksiko Terbuka Menerima Skuad Timnas Iran untuk Piala Dunia 2026

    May 26, 2026

    © 2026 donghan.co.id - Portal Berita Sport terbaru & Terupdate 2026.

    No Result
    View All Result
    • About
    • Advertise
    • Privacy & Policy
    • Contact

    © 2026 donghan.co.id - Portal Berita Sport terbaru & Terupdate 2026.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In