Ketua Komisi III, Habiburokhman, memberikan respons positif terhadap hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan peningkatan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri. Ia menilai bahwa angka kepercayaan publik yang mencapai 82,4 persen menggambarkan dedikasi dan kerja keras yang ditunjukkan oleh institusi kepolisian dalam melayani masyarakat.
Habiburokhman menyatakan bahwa hasil survei ini bukanlah sekadar angka, tetapi berfungsi sebagai cerminan nyata dari apa yang dirasakan masyarakat. Ia mengapresiasi karya keras yang dilakukan oleh seluruh personil kepolisian mulai dari Mabes hingga jajaran pengurus di tingkat bawah.
“Polri terbukti melakukan pendekatan yang lebih humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya. Ia juga mencatat bahwa perubahan positif ini menjadi hasil dari berbagai perubahan kultur dalam institusi kepolisian.
Peningkatan Kepercayaan Publik terhadap Polri di Tengah Tantangan
Berdasarkan survei, tingkat kepuasan publik terhadap layanan Polri meningkat menjadi 67,6 persen, dibandingkan dengan 65,1 persen sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai merasakan perbaikan signifikan dalam layanan yang diberikan, meskipun tantangan tetap ada.
Habiburokhman menekankan pentingnya langkah-langkah taktis dan strategis dalam menciptakan interaksi yang lebih baik antara polisi dan masyarakat. “Polisi saat ini lebih berorientasi pada solusi dan pengayoman,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa pendekatan punitif tidak lagi menjadi satu-satunya cara dalam menjalankan tugas. Sebaliknya, pendekatan persuasif dan edukatif kini lebih diutamakan untuk menciptakan keamanan yang nyaman bagi masyarakat.
Transformasi Kultural di Lingkungan Polri dan Dampaknya
Dalam setahun terakhir, Komisi III mengamati transformasi kultural yang terjadi di lingkungan Polri. Perubahan kultur ini diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap institusi yaitu sebagai pelindung dan pengayom yang lebih dekat.
Habiburokhman berharap bahwa hasil survei ini tidak membuat jajaran kepolisian berpuas diri, tetapi malah memperkuat komitmen mereka untuk terus melakukan perbaikan. Ia ingin Polri tetap menjaga momentum positif ini untuk mendukung citra yang telah dibangun.
“Setiap upaya yang dilakukan harus menjadi motivasi untuk lebih baik lagi,” tambahnya. Hal ini penting agar kepercayaan publik tidak hanya menjadi angka namun menjadi kenyataan yang dirasakan di lapangan.
Metode Survei dan Keandalannya dalam Mengukur Publikasi Polri
Survei Litbang Kompas dilaksanakan dari tanggal 9 hingga 18 April, melibatkan 1.200 responden dengan metode wawancara tatap muka. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang akurat tentang pandangan masyarakat terhadap kepolisian.
Dengan pengambilan sampel acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi, survei ini memiliki margin of error sebesar 2,83 persen. Tingkat kepercayaan yang tinggi ini menunjukkan bahwa data yang diperoleh dapat diandalkan.
Berdasarkan hasil survei tersebut, citra kelembagaan Polri juga mencatat pertumbuhan pesat, mencapai 71,5 persen. Hal ini menjadi indikasi bahwa masyarakat mulai memahami dan menghargai peran Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban.



