Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengungkapkan harapannya agar pelaksanaan Jakarta Fair pada tahun mendatang dapat menjadi lebih besar dan meriah, bersamaan dengan perayaan usia Jakarta yang ke-500 tahun. Dalam kesempatan penutupan Jakarta Fair 2026, Rano menekankan pentingnya momentum acara ini untuk memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan ekonomi kota.
Rano menyatakan bahwa acara tahunan ini tidak hanya sekadar menjadi pameran, tetapi juga berfungsi sebagai platform bagi pelaku usaha untuk menunjukkan produk mereka. Dengan jumlah pengunjung yang meningkat sekitar 12 persen dibanding tahun sebelumnya, Jakarta Fair tahun ini dihadiri oleh sekitar 6,1 juta orang dengan total transaksi mencapai Rp8,2 triliun.
“Kenaikan jumlah pengunjung menunjukkan bahwa perekonomian Jakarta masih cukup bangkit meskipun di tengah tantangan ekonomi global,” tambah Rano. Jakarta Fair menjadi ajang untuk mempertemukan berbagai elemen masyarakat, termasuk pelaku usaha kecil dan menengah, dalam memajukan perekonomian lokal.
Persiapan Meriah Menyambut Usia Jakarta yang ke-500 Tahun
Rano Karno menjelaskan bahwa Jakarta Fair mempunyai makna yang lebih daripada sekadar pameran produk. Acara ini mencerminkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam memajukan perekonomian Jakarta.
“Kita harus menjadikan Jakarta Fair sebagai miniatur Jakarta, yang menampilkan dinamika dan vibrasi kota ini,” ujarnya. Diharapkan, acara tahun depan dapat menampilkan inovasi yang lebih banyak dan memberi dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat.
Hasil kolaborasi antara pelaku usaha, UMKM, dan pemerintah dalam Jakarta Fair merupakan wujud nyata sinergi yang diharapkan dapat terus dibangun. Rano berambisi menjadikan acara tersebut sebagai cermin keberagaman budaya dan potensi ekonomi kota.
Peran Jakarta Fair dalam Mendukung Ekonomi Lokal
Jakarta Fair tidak hanya berfungsi sebagai tempat promosi produk, tetapi juga sebagai salah satu penggerak utama untuk membangkitkan sektor ekonomi lokal. Rano mencatat bahwa lebih dari 1.800 stan dan 2.800 peserta terlibat dalam acara ini, membuatnya menjadi salah satu pameran terbesar di Indonesia.
Dengan banyaknya peserta yang berasal dari berbagai daerah, Jakarta Fair memberikan pelaku UMKM kesempatan untuk bertemu langsung dengan konsumen. Acara ini menjadi panggung untuk memamerkan produk unggulan nasional dan menjalin jaringan yang lebih luas.
Melibatkan berbagai sektor industri kreatif, Jakarta Fair juga menciptakan peluang investasi yang signifikan. Rano berharap, acara tahunan ini dapat terus menghadirkan nilai tambah bagi ekonomi dan masyarakat luas.
Kepentingan Masyarakat dalam Jakarta Fair
Partisipasi masyarakat sangat penting dalam kesuksesan Jakarta Fair. Rano menekankan bahwa acara ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan serta ekspektasi masyarakat. “Kita ingin acara ini menjadi tempat di mana semua orang merasa terlibat dan terwakili,” jelas Rano.
Melalui Jakarta Fair, masyarakat tidak hanya dapat menikmati berbagai produk dan layanan, tetapi juga kelas-kelas pelatihan dan seminar yang dapat meningkatkan keterampilan mereka. Ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi pelaku UMKM di Jakarta.
Harapan ke depan, Jakarta Fair dapat berkontribusi lebih dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta memberikan ruang bagi mereka untuk berinovasi dan berkreasi. Rano menegaskan, keberhasilan Jakarta Fair merupakan keberhasilan bagi seluruh masyarakat Jakarta.



