Di Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, warga setempat kini tengah dihebohkan oleh aksi teror yang diduga dilakukan oleh seorang tetangga. Kejadian ini tidak hanya menimbulkan rasa takut di kalangan warga, tetapi juga merusak properti, terutama pagar rumah korban, yang menjadi target dari tindakan tersebut.
Aksi teror ini terekam dalam sebuah video yang menunjukkan bagaimana seorang pria melemparkan benda ke dalam halaman rumah korban. Video ini kemudian viral di media sosial, menambah ketegangan di lingkungan tersebut.
Proses Investigasi oleh Pihak Berwajib
Pihak kepolisian setempat pun bergerak cepat dengan menyelidiki laporan yang diajukan oleh korban. Menurut informasi, laporan tersebut diterima pada Rabu, 15 Juni dan telah terdaftar dengan nomor resmi di Polres Metro Depok.
Dalam proses penyelidikan, pihak kepolisian melakukan mediasi antara kedua belah pihak yang terlibat. Namun, ketika mediasi tidak menemukan titik temu, langkah hukum pun diambil oleh korban.
Kasat Reskrim Polres Metro Depok menyatakan bahwa investigasi saat ini tengah berlangsung. Pihak kepolisian berusaha mengumpulkan bukti dan keterangan dari saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian.
Penyebab Perselisihan Antar Tetangga
Penyebab utama perselisihan ini diduga berasal dari ucapan kasar antara kedua pihak dan kebiasaan salah satu pihak yang mengedarkan musik dengan volume tinggi. Hal ini semakin memperburuk hubungan yang sudah tidak harmonis di antara mereka.
Sejak masalah ini bermula pada tahun 2024, berbagai upaya mediasi telah dilakukan. Namun, dinamika sosial di lingkungan tersebut tampaknya sulit untuk diatasi, menciptakan ketegangan yang berlarut-larut.
Hasil dari mediasi yang dilakukan oleh pihak terkait, belum juga membuahkan hasil. Ini menunjukkan betapa rumitnya konflik antar tetangga yang sering kali memperbesar permasalahan kecil menjadi sesuatu yang lebih serius.
Pertemuan dengan Pihak Kepolisian dan Saksi
Sebagai tindak lanjut dari laporan yang diajukan korban, pihak kepolisian telah melakukan pengecekan lokasi kejadian. Investigasi ini juga melibatkan keterangan dari lima orang saksi yang berada di tempat saat peristiwa terjadi.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai situasi yang terjadi. Untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap, pihak kepolisian juga telah mengirimkan surat panggilan kepada terlapor.
Penyidik sudah melayangkan panggilan kepada terlapor untuk memberikan keterangan lebih lanjut. Ini menunjukkan bahwa kepolisian serius menangani masalah ini dengan pendekatan yang profesional dan sistematis.



