Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara mulai melakukan penyelidikan mengenai insiden kebakaran yang terjadi pada Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep. Kebakaran ini melibatkan banyak penumpang dan telah menimbulkan kekhawatiran serta pertanyaan mengenai faktor penyebabnya.
Penyidik telah memulai proses ini dengan memeriksa sebanyak tujuh orang saksi sebagai langkah awal, dengan kemungkinan jumlah saksi akan bertambah seiring penyelidikan berlanjut. Upaya ini bertujuan untuk menggali informasi lebih dalam agar penyebab kebakaran dapat terungkap dengan jelas.
Menurut Kombes Arman Asmara, penyidik yang mengetuai proses penyelidikan, langkah awal dilakukan dengan memanggil dan memeriksa saksi yang berada di lokasi kejadian. Penyelidikan ini merupakan langkah penting untuk memastikan keselamatan dan keamanan navigasi di perairan Indonesia.
Penyelidikan Awal Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II
Penyidik menginformasikan bahwa mereka menggunakan metode Scientific Crime Investigation (SCI) untuk menyelidiki insiden ini. Metode tersebut membantu dalam menelusuri semua rangkaian operasional kapal sejak proses keberangkatan hingga waktu kejadian kebakaran.
Pemeriksaan mendetail terhadap kendaraan dan penumpang yang mengakses pelabuhan juga menjadi fokus utama. Setiap orang yang terlibat dalam proses tersebut akan dimintai keterangan untuk menelusuri kronologi kebakaran.
Selain itu, penyidik akan memeriksa dokumen penting seperti Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dan manifes penumpang. Ini bertujuan untuk memastikan semua aspek yang berhubungan dengan operasi kapal dapat diteliti secara komprehensif.
Rincian Kejadian Kebakaran di Lautan
Kapal Mutiara Sentosa II dilaporkan mengalami kebakaran hebat saat berlayar menuju Makassar dari Surabaya. Insiden ini terjadi pada tanggal 2 Agustus dan segera menarik perhatian pihak berwenang dan media nasional.
Data dari Basarnas menyatakan bahwa sebanyak 238 orang penumpang telah dievakuasi dari kapal tersebut. Dari jumlah tersebut, 233 orang berhasil diselamatkan, namun lima di antaranya dinyatakan meninggal dunia.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengungkapkan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan resmi ditutup setelah semua penumpang yang terdaftar berhasil ditemukan. Namun, upaya pencarian dinyatakan belum sepenuhnya berakhir, karena terdapat beberapa penumpang yang dilaporkan hilang.
Proses Penyelidikan yang Menyeluruh dan Transparan
Arman Asmara menegaskan bahwa seluruh proses penyelidikan tidak hanya akan melihat satu sisi, tetapi mencakup semua aspek yang berkaitan dengan kebakaran. Ini termasuk pengumpulan dokumen, barang bukti, dan fakta pendukung lainnya untuk memahami penyebab kejadian lebih dalam.
Pemeriksaan juga akan terus berlanjut, dan pihaknya terbuka terhadap penambahan saksi yang mungkin memiliki informasi yang relevan. Harapan diungkapkan agar semua pernyataan yang dikumpulkan dapat membantu mengungkap penyebab pasti kebakaran kapal tersebut.
Setiap tahapan operasional kapal akan diteliti secara menyeluruh dari awal hingga akhir. Ini dilakukan guna memastikan seluruh aspek keamanan pelayaran ke depan dapat diperbaiki dan masalah-masalah serupa tidak terulang kembali.



