Gerindra Jawa Barat telah angkat bicara mengenai isu yang beredar tentang kemungkinan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk meninggalkan partai dan beralih ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Menurut Wakil Ketua Gerindra Jabar, Buky Wibawa Karya Guna, ia masih belum mengetahui latar belakang isu tersebut dan menegaskan bahwa Dedi Mulyadi sebelumnya telah menyatakan dukungan penuh terhadap Prabowo Subianto sebagai pemimpin masa depan Indonesia.
“Saya tidak mengerti dari mana asalnya asumsi bahwa Dedi Mulyadi ingin pindah ke PSI. Namun, ia telah secara tegas menolak kabar tersebut dan menegaskan keinginannya untuk melihat Prabowo memimpin Indonesia,” ungkap Buky saat dihubungi di sela-sela aktivitasnya.
Buky menambahkan bahwa hingga saat ini, ia tidak melihat tanda-tanda bahwa Dedi Mulyadi akan meninggalkan Gerindra. Keberadaan Dedi sebagai kader partai, serta posisinya di Dewan Pembina Gerindra Pusat menunjukkan tingkat loyalitas dan komitmennya yang tinggi.
Munculnya Isu Pindah Partai dan Reaksinya
Buky menyatakan bahwa ia merasa aneh dengan kecemasan yang muncul terkait Dedi Mulyadi. Menurutnya, sebagai bagian dari Gerindra, Dedi tidak menunjukkan tanda-tanda ingin hijrah ke PSI. “Saya sudah bertemu dengan Dedi beberapa kali, dan tidak ada indikasi bahwa ia akan meninggalkan partai,” tambahnya.
Dedi Mulyadi dikenal aktif dalam menjalin komunikasi dengan masyarakat, termasuk dengan menjelajahi berbagai daerah untuk memberikan bantuan. Beberapa pihak menilai kegiatan ini sebagai cara untuk meraih simpati, tetapi Buky menegaskan bahwa itulah karakter asli Dedi.
“Dedi bukan tipe pemimpin yang hanya duduk di belakang meja. Ia lebih memilih turun langsung untuk membantu rakyat, dan rasa empatinya terhadap masalah-masalah yang dihadapi masyarakat membuatnya terus bergerak,” jelas Buky.
Aktivitas Dedi Mulyadi dan Komitmennya
Selama ini, Dedi Mulyadi juga aktif mengunjungi daerah-daerah terdampak bencana, seperti setelah gempa besar di Nusa Tenggara Timur beberapa waktu lalu. Buky menekankan bahwa tindakan tersebut bukan untuk mendulang dukungan politik, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Ia berpendapat bahwa bantuan yang diberikan Dedi adalah hal yang biasa dilakukan oleh kepala daerah lain dan tidak bisa dianggap sebagai langkah politik. “Bantuan tersebut murni berdasarkan asas kemanusiaan,” ucap Buky.
Dalam konteks ini, Dedi bukanlah satu-satunya yang memberikan bantuan. Gubernur dari daerah lain, seperti DKI Jakarta dan Jawa Timur, juga menunjukkan kepedulian yang sama terhadap masyarakat yang terkena bencana.
Pernyataan DPP PSI Mengenai Dedi Mulyadi
Isu mengenai Dedi Mulyadi berpindah ke PSI juga dibantah oleh DPP PSI. Ketua DPP PSI Bidang Politik, Bestari Barus, menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada komunikasi antara PSI dan Dedi Mulyadi. “Sebagai Ketua Bidang Politik, saya seharusnya tahu jika ada hal seperti itu, namun faktanya, saya tidak mengetahui,” katanya.
Bestari juga menegaskan bahwa ia tidak punya informasi tentang asal-usul isu tersebut. “Sumbernya pun tidak jelas. Sepertinya ini hanya rumor yang sengaja diciptakan,” imbuhnya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa PSI tidak sedang memprioritaskan untuk merekrut Dedi Mulyadi menjelang Pemilu 2029. Fokus partai saat ini adalah menyelesaikan proses verifikasi faktual yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Konsistensi PSI dan Dukungan untuk Prabowo
PSI tetap berkomitmen untuk mendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam Pemilihan Presiden 2029. Menurut Bestari, hal ini sesuai dengan arahan dari Joko Widodo selaku Ketua Dewan Pembina PSI.
“Kami telah menerima instruksi dari Pak Jokowi untuk mendukung Prabowo dan Gibran untuk dua periode ke depan. Kami akan tetap berada di jalur tersebut tanpa memikirkan opsi lain,” tambahnya.
Dengan begitu, PSI tidak hanya mempertahankan posisi politiknya, tetapi juga menunjukkan komitmen untuk mendukung calon-calon yang diyakini akan membawa perubahan positif bagi rakyat.



