Festival Jalan Jaksa yang berlangsung di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, baru-baru ini berhasil menghidupkan kembali suasana Jakarta era 1980-an. Acara tersebut adalah bagian dari finalis Benyamin S Award (BSA) 2026, yang mengajak warga untuk mengenakan pakaian bergaya 80-an dan ikut merasakan nostalgia zaman tersebut.
Menurut Lurah Kebon Sirih, Henny Mahrojah, konsep festival ini dirancang untuk menghadirkan kenangan masa lalu. Masyarakat pun antusias berpartisipasi dengan mengenakan busana khas era tersebut, menciptakan suasana yang ceria dan penuh semangat.
Keseruan acara ini terlihat dari keramaian yang memenuhi Jalan Jaksa. Warga tidak hanya datang dari Kelurahan Kebon Sirih, tetapi juga dari kelurahan sekitar, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap festival ini.
Kehadiran Juri dan Pertunjukan Tradisional Menambah Meriah Festival
Partisipasi dewan juri dan tim panitia dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi salah satu daya tarik festival ini. Mereka tidak hanya sebagai pengamat, tetapi juga disambut dengan serangkaian pertunjukan budaya yang memikat.
Dalam acara tersebut, penampilan ondel-ondel menyambut kedatangan juri dan panitia, membangkitkan suasana Betawi yang kental. Pertunjukan ini menjadi pembuka yang menarik sebelum acara resmi dimulai, menandakan kekayaan budaya Jakarta.
Barisan penampil yang mengenakan pakaian 80-an menambah warna di tengah keramaian festival. Dengan gaya busana yang beragam, mereka menunjukkan kreativitas dan semangat dalam memperingati era tersebut.
Partisipasi Petugas PPSU Menjadi Sorotan Utama
Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) turut serta dalam memeriahkan festival dengan penampilan tari. Dako dan Syarif, dua petugas PPSU, mengungkapkan bagaimana mereka diajak untuk berpartisipasi dalam acara ini, memberikan nuansa interaktif dan menyenangkan.
Mereka menjelaskan bahwa persiapan dilakukan secara sederhana dan penuh kerjasama. Tidak ada beban berat yang dirasakan, sehingga mereka dapat tampil dengan semangat yang tulus dan spontan.
Syarif berharap festival seperti ini dapat diselenggarakan secara rutin, agar warga dapat terus mengenang masa-masa indah dalam suasana yang meriah. Ia menilai pentingnya mendukung acara yang mengedepankan kebersamaan dan nostalgia semacam ini.
Antusiasme Warga dan Harapan untuk Festival Tahunan
Warga seperti Ani dari Kelurahan Menteng juga ikut bersemangat merayakan festival ini. Ia bahkan datang lebih awal dan mempersiapkan kostumnya dengan serius, menunjukkan betapa festival ini telah menarik perhatian banyak orang.
Ani terlalu senang melihat antusiasme dari peserta lain yang mengenakan pakaian 80-an. Menurutnya, saat seperti ini dapat membangkitkan kenangan yang mungkin sudah terlupakan bagi banyak orang.
Teman-teman Ani, Arif dan Laila, juga berharap acara ini bisa menjadi agenda tahunan. Mereka percaya bahwa program semacam ini akan membuat Jalan Jaksa hidup kembali seperti di masa lalu.
Rencana untuk Membangun Festival yang Lebih Besar di Masa Depan
Henny Mahrojah berkomitmen untuk meneruskan acara ini, mengingat banyaknya dukungan positif dari warga. Ia mencatat bahwa banyak orang berharap festival Jakarta ini dapat kembali dilaksanakan dalam format yang lebih meriah ke depannya.
Festival Jalan Jaksa diharapkan bisa menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai elemen masyarakat. Melalui acara ini, potensi setiap kelurahan dapat ditampilkan dengan cara yang menarik dan kreatif.
Pemprov DKI Jakarta juga mendukung inisiatif semacam ini. Dengan adanya BSA, mereka berupaya mendorong setiap kelurahan untuk menunjukkan komitmen mereka dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman.



