Donghan.co.id
  • Basket
  • MotoGP
  • Raket
  • Formula 1
  • Sepakbola
  • Sport Lain
No Result
View All Result
Plugin Install : Cart Icon need WooCommerce plugin to be installed.
  • Basket
  • MotoGP
  • Raket
  • Formula 1
  • Sepakbola
  • Sport Lain
No Result
View All Result
Donghan.co.id
No Result
View All Result
Home MotoGP

Pejabat Kemenhut Terpilih Sebagai Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove

Han Zhou by Han Zhou
October 12, 2026
in MotoGP
38 1
0
Pejabat Kemenhut Terpilih Sebagai Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove
32
SHARES
356
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook

Rencana pemerintah yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam semakin terlihat nyata dengan pelantikan Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional yang dijadwalkan dalam waktu dekat. Kebijakan ini diharapkan dapat meminimalkan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sering kali melanda Indonesia, terutama di musim kemarau.

Dalam sebuah konferensi yang diadakan baru-baru ini, Menko Polkam Dudung Abdurachman menyatakan bahwa Satyawan Pudyatmoko, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal di kementerian yang sama, akan mengisi posisi tersebut. Rencana ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan lahan gambut dan mangrove di tanah air.

Peran baru ini diharapkan dapat memperluas tanggung jawab dalam menjaga lingkungan dan mempromosikan keberlanjutan ekosistem, terutama di wilayah yang rawan karhutla. Dengan pembentukan badan pengelola ini, negara bertujuan untuk memberikan perhatian lebih terhadap perlindungan dan restorasi lahan yang kritis ini.

Langkah Strategis Memperkuat Badan Restorasi Gambut di Indonesia

Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menekankan pentingnya memperkuat peran badan restorasi gambut dalam pencegahan karhutla. Menurutnya, badan ini perlu diubah menjadi lebih fleksibel dalam menjalankan fungsinya, agar dapat bertindak secara cepat dan efisien.

Dengan perubahan ini, diharapkan badan restorasi gambut dapat beradaptasi dengan berbagai tantangan yang dihadapi, termasuk perubahan iklim yang semakin ekstrem. Pendekatan ini memungkinkan pemerintah untuk tidak hanya berfokus pada pemulihan, tetapi juga pada upaya pencegahan yang lebih proaktif.

Listyo menegaskan bahwa mitigasi risiko karhutla merupakan prioritas utama saat ini, dan langkah-langkah strategis akan diambil untuk memastikan bahwa lahan gambut tetap terlindungi. Selain itu, pembentukan badan baru ini juga menandai komitmen pemerintah dalam mempertahankan ekosistem yang sudah ada.

Kolaborasi Dengan Akademisi untuk Penanganan Masalah Gambut

Wacana pembentukan badan pengelola ini muncul setelah diskusi antara pemerintah dan beberapa akademisi yang memiliki kepakaran di bidang lingkungan. Sesi ini dihadiri oleh para pakar dari berbagai universitas dan mereka membahas berbagai aspek terkait karhutla dan pengelolaan gambut.

Di antara yang hadir adalah Bagus Muljadi yang berasal dari Nottingham University dan Azwar Maas dari Universitas Gadjah Mada. Diskusi ini bertujuan untuk merumuskan solusi jangka panjang yang dapat membantu mengatasi masalah-masalah yang dihadapi dalam sektor ini.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, juga berpartisipasi dalam pertemuan tersebut dan menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan akademisi. Ia menyatakan bahwa keterlibatan akademisi sangat krusial dalam merumuskan kebijakan berbasis riset dan fakta yang tepat.

Memahami Tantangan yang Dihadapi Lahan Gambut di Indonesia

Lahan gambut merupakan ekosistem yang sangat penting dan memiliki peran dalam penyimpanan karbon serta menjaga biodiversity. Namun, di sisi lain, keberadaannya sering kali terancam oleh praktik pengelolaan yang tidak berkelanjutan. Oleh karena itu, perlunya strategi yang menyeluruh untuk menjaga keberlanjutan ekosistem ini.

Menurut Arif, ada dua isu utama yang perlu segera diselesaikan, yaitu pencegahan karhutla dan cara pemanfaatan lahan gambut yang berkelanjutan. Pemanfaatan lahan gambut harus dilakukan dengan bijak dan mengikuti peraturan yang ada, sehingga tidak merusak fungsi lingkungan.

Contohnya, kawasan hidrologis gambut di Indonesia seluas 24 juta hektare, di mana pemanfaatan lahan harus dibatasi dengan ketat. Peraturan pemerintah menyatakan bahwa maksimum 70 persen dari lahan dapat digunakan, sementara sisanya harus dikhususkan untuk fungsi lindung agar ekosistem tetap terjaga.

Tags: BadandanGambutKemenhutKepalaMangrovePejabatPengelolaSebagaiTerpilih
Tweet8Share13Share
Previous Post

Restitusi Rp2,1 M untuk 83 Anak Korban Daycare Little Aresha

Next Post

Foto Momen Becak Listrik Beroperasi di Depok

Han Zhou

Han Zhou

Next Post
Foto Momen Becak Listrik Beroperasi di Depok

Foto Momen Becak Listrik Beroperasi di Depok

Youtube Channel

Currently Playing

Follow Our Page

Popular Post

    donghan-1

    donghan.co.id - Portal Berita Sport terbaru & Terupdate 2026

    Follow Us

    Category

    • Basket
    • Formula 1
    • MotoGP
    • Raket
    • Sepakbola
    • Sport Lain

    Tag Cloud

    Anak Baru Bupati Dalam dan dari dengan Diduga Ditangkap DPR Dua Dunia Haji Indonesia Jadi Jakarta Karena Kasus Kebakaran Korban Korupsi KPK Menjadi Menurut Minta oleh Orang Piala Polisi Polri Prabowo Rumah saat Sebagai Setelah Tahun Terkait Tersangka Tewas Tidak Tiga Timnas untuk Warga yang

    Recent News

    Tiga Pilar Absen Melawan Manchester City, Liverpool Menunggu Kabar Baik

    Tiga Pilar Absen Melawan Manchester City, Liverpool Menunggu Kabar Baik

    October 12, 2026
    Foto Momen Becak Listrik Beroperasi di Depok

    Foto Momen Becak Listrik Beroperasi di Depok

    October 12, 2026

    © 2026 donghan.co.id - Portal Berita Sport terbaru & Terupdate 2026.

    No Result
    View All Result
    • About
    • Advertise
    • Privacy & Policy
    • Contact

    © 2026 donghan.co.id - Portal Berita Sport terbaru & Terupdate 2026.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In