Sepuluh lurah finalis Benyamin S Award (BSA) 2026 mengikuti babak penilaian presentasi di Jakarta Pusat, sebuah ajang prestisius yang bertujuan untuk membangun karakter kota. Melalui acara ini, mereka berkesempatan menunjukkan inovasi dan komitmen dalam meningkatkan kualitas lingkungan di masing-masing wilayahnya.
Rangkaian penilaian dihadiri oleh Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Joga. Dalam kesempatan tersebut, Nirwono menegaskan bahwa BSA merupakan program unggulan yang diharapkan dapat membuka pintu menuju pengakuan Jakarta sebagai kota global.
Visi keterhubungan dan kemajuan Jakarta di tingkat internasional berupaya diwujudkan melalui aspect bersih, nyaman, indah, dan sejahtera. Keempat elemen ini merupakan fokus utama bagi setiap lurah saat melakukan presentasi mengenai kontribusi mereka selama ini.
Pembukaan dan Penilaian Presentasi Lurah Finalis
Proses presentasi dimulai dengan arahan dari Nirwono Joga, yang memberikan konteks dan tujuan dari BSA. Setiap lurah diberikan waktu sepuluh menit untuk memaparkan penerapan program yang mencakup semua kategori BSA 2026 serta menampilkan video pemaparan sebagai pendukung.
Setelah presentasi, sesi interaksi dengan dewan juri berlangsung selama delapan menit. Pada fase ini, juri tidak hanya menanyakan hal-hal yang terkait dengan presentasi, tetapi juga memberikan saran dan umpan balik yang konstruktif untuk pengembangan kelurahan masing-masing.
Nirwono didampingi oleh tiga juri lainnya, termasuk Pengamat Tata Kota dan beberapa ahli di bidang lingkungan. Penilaian dari para juri ini diharapkan dapat memberikan perspektif yang beragam, sehingga setiap lurah bisa mendapatkan masukan yang bermanfaat untuk kemajuan wilayahnya.
Proses dan Kesempatan Setiap Lurah untuk Menunjukkan Kinerja
Presentasi dimulai dengan Kelurahan Kebon Sirih, diikuti dengan betul-betul penuh perhatian oleh Kelapa Gading Timur dan delapan kelurahan lainnya. Setiap lurah tampil percaya diri, menunjukkan kreativitas dan dedikasi dalam menjelaskan strategi mereka memperbaiki kondisi di wilayah masing-masing.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta melalui Biro Kerja Sama Daerah yang ingin memberikan penghargaan kepada para lurah berkualitas. Sebagai ajang kompetisi, BSA memberikan ruang bagi setiap lurah untuk saling bersaing secara sehat dan menunjukkan pencapaian mereka.
Serangkaian presentasi ditutup oleh Kelurahan Pulau Panggang, yang memikat perhatian dengan program inovatifnya. Melalui beragam pendekatan dari setiap lurah, diharapkan keberlanjutan pembangunan di Jakarta dapat terwujud.
Tujuan dan Manfaat dari Benyamin S Award
Benyamin S Award diselenggarakan dengan tujuan untuk mengapresiasi para lurah yang berhasil meningkatkan kualitas wilayah dan menciptakan lingkungan yang nyaman bagi warganya. Dalam jangka panjang, diharapkan ajang ini dapat memotivasi lurah lain untuk terus berinovasi.
Setiap presentasi bukan hanya sekedar ajang penilaian, melainkan juga merupakan sebuah platform untuk berbagi inspirasi. Dengan memprioritaskan aspek kebersihan, kenyamanan, keindahan, dan kesejahteraan, lurah diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Pasca presentasi, penilaian akhir akan diumumkan dalam acara puncak yang dijadwalkan pada 30 Oktober mendatang. Momen ini tentu menjadi langkah penting bagi setiap lurah, karena penghargaan dapat menjadi pengakuan atas kerja keras yang telah dilakukan.



