Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyampaikan bahwa Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, akan memulai inisiatif hilirisasi kratom dan kemenyan di tanah air. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap ekonomi nasional serta mengarah pada peningkatan pendapatan bagi para petani dan pelaku usaha.
Hilirisasi produk-produk tersebut sangat penting mengingat tingginya permintaan di pasar global. Dengan memanfaatkan potensi lokal, Indonesia berpeluang meraih keuntungan yang besar dari sektor pertanian ini.
Luhut Binsar Pandjaitan juga menegaskan bahwa dua produk ini memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Hilirisasi kratom dan kemenyan diprediksi akan menghasilkan pendapatan hingga puluhan miliar dolar bagi negara, yang tentunya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Langkah Strategis dalam Hilirisasi Sektor Pertanian di Indonesia
Menurut Luhut, inisiatif ini menandakan kemajuan besar bagi Indonesia, mirip dengan hilirisasi nikel yang dimulai satu dekade lalu. Pemerintah mengusulkan agar Kratom dan kemenyan dapat menjadi produk unggulan yang mendunia.
Rencana ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional. Usaha ini akan membuka peluang kerja baru bagi para petani dan memperkuat ekonomi daerah.
Selain itu, dijadwalkan Presiden Prabowo akan meresmikan pusat penelitian tentang Genome Sequencing di Toba, Sumatra Utara. Pusat riset ini diharapkan menjadi tempat pengembangan hilirisasi kedua produk tersebut.
Peluang dan Tantangan dalam Ekspor Kratom Indonesia
Pemerintah Indonesia telah meresmikan ekspor kratom yang dimulai pada 26 Agustus 2024. Penetapan peraturan-peraturan baru diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan kelancaran proses ekspor.
Kedua regulasi yang dikeluarkan berfokus pada kebijakan ekspor yang lebih ketat dan terencana. Dengan regulasi yang jelas, diharapkan potensi pasar yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Di sisi lain, Menteri Investasi dan Hilirisasi juga menekankan potensi besar ekspor kratom ke Amerika Serikat. Menariknya, sekitar 96 persen pasokan kratom yang ada di AS berasal dari Indonesia.
Perkembangan Kratom sebagai Tanaman Herbal di Pasaran Global
Kratom dikenal sebagai tanaman herbal yang banyak dibudidayakan di Kalimantan Barat. Masyarakat setempat telah menggunakan tanaman ini untuk keperluan medis dan pengobatan tradisional.
Peningkatan pemahaman dan penerimaan kratom di negara lain, terutama AS, menunjukkan potensi besar bagi produk ini. Nilai ekspor mencapai sekitar US$350 juta, yang merupakan angka yang sangat signifikan.
Pertemuan dengan berbagai asosiasi terkait juga membantu memperkuat keyakinan akan potensi kratom sebagai komoditas ekspor. Sebuah langkah yang tepat untuk memperkenalkan khasiat dan manfaat dari tanaman ini ke kancah internasional.



