Gandung Pardiman, seorang anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, telah meninggal dunia pada usia 73 tahun pada Selasa pagi. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh putranya, Syarief Guska Laksana, yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar DPRD DIY.
Gandung menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 10.00 WIB di ruang ICU Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta. Sebelumnya, ia dirawat di rumah sakit akibat demam yang dideritanya sejak beberapa hari sebelumnya.
Menurut Syarief, ayahnya mengunjungi rumah sakit pada tanggal 23 Oktober dengan kondisi demam. Meskipun ada perbaikan pada Minggu, kesehatannya kembali memburuk pada Selasa dini hari.
Rencana Pemakaman dan Kenangan Akhir
Rencananya, jenazah Gandung akan dimakamkan di pemakaman keluarga yang terletak di Ponjong, Kabupaten Gunungkidul. Saat ini, keluarga meminta doa dari masyarakat agar diberikan ketabahan dalam menghadapi kepergilannya.
Syarief juga mengungkapkan bahwa ayahnya telah menyiapkan makamnya sendiri ketika masih dalam keadaan sehat. Kehidupan Gandung yang penuh pengabdian diharapkan dikenang oleh semua kalangan.
Gandung Pardiman lahir di Bantul pada 25 Februari 1953 dan mengawali kariernya sebagai tenaga pendidik. Ia mengajar di berbagai sekolah di Gunungkidul, sebelum akhirnya beranjak ke dunia politik.
Perjalanan Karier Politik yang Inspiratif
Karier politiknya banyak dihabiskan di Partai Golkar, di mana ia menjabat Ketua DPD Partai Golkar DIY. Pada periode 2004-2009, ia juga menjadi Wakil Ketua DPRD DIY, sebelum masuk ke dalam DPR RI.
Akhirnya, Gandung terpilih kembali sebagai anggota DPR RI untuk periode 2024-2029, sebuah pencapaian yang menunjukkan dukungan kuat dari masyarakat di daerah pemilihannya. Komitmennya terhadap politik dan pelayanan publik telah menjadi teladan bagi banyak orang.
Selama masa jabatannya, Gandung dikenal sebagai sosok yang dekat dengan rakyat dan tak segan mendengarkan aspirasi masyarakat. Ini menjadikannya sebagai pemimpin yang disukai oleh konstituennya.
Menggugah Kenangan dan Pengabdian kepada Masyarakat
Kehilangan Gandung merupakan duka mendalam bagi keluarga serta masyarakat yang mengenalnya. Banyak yang mengenang dedikasinya dalam memperbaiki kesejahteraan masyarakat di bidang pendidikan dan politik.
Selama menjalankan tugasnya, ia selalu berkomitmen untuk membuat perubahan positif. Cita-citanya untuk menjadikan daerahnya lebih baik akan terus diingat oleh generasi mendatang.
Masyarakat di sekitarnya menggambarkan Gandung sebagai sosok yang ramah, bersahabat, dan selalu siap membantu. Kenangan akan pengabdiannya akan terus hidup di hati masyarakat yang pernah dijangkaunya.



