Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, baru-baru ini memberikan pernyataan penting mengenai status keadilan fiskal bagi daerah kepulauan dalam sebuah forum yang bertajuk “Senator Menyapa 2026”. Acara tersebut diselenggarakan di Jakarta dan menjadi sebuah platform bagi pemimpin daerah untuk menyampaikan aspirasi dan tantangan yang mereka hadapi. Dalam kesempatan itu, Sherly mengungkapkan kondisi terkini ekonomi daerah serta kebutuhan infrastruktur yang mendesak.
Sherly menyebutkan bahwa meski pertumbuhan ekonomi Maluku Utara mencapai angka yang menggembirakan, tak berbanding lurus dengan peningkatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dengan sekitar 975 pulau dan populasi sekitar 1,4 juta jiwa, realitas yang dihadapi masyarakat setempat lebih kompleks dan memerlukan perhatian yang lebih mendetail.
Berdasarkan data yang diungkap oleh BPS, Maluku Utara mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 34,17 persen pada tahun 2025. Meski angka ini menunjukkan kemajuan, imbasnya terhadap APBD masih dirasakan kurang signifikan. Sherly menekankan pentingnya kebutuhan nyata masyarakat yang mencakup berbagai sektor seperti pertanian, pendidikan, dan kesehatan.
Analisis Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat Daerah Kepulauan
Bila dibandingkan dengan provinsi lainnya, Maluku Utara menunjukkan potensi besar dalam pengembangan ekonomi berbasis sumber daya alamnya. Namun, tantangan yang dihadapi adalah bagaimana mengelola sumber daya ini agar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Di sinilah keadilan fiskal berperan penting dalam memastikan distribusi sumber daya yang adil.
Sherly menyoroti kebutuhan mendasar masyarakat yang perlu segera ditangani. Mengingat kondisi geografis yang terdiri dari banyak pulau, infrastruktur seperti jalan tani, pelabuhan, dan akses pasar menjadi sangat krusial. Tanpa dukungan yang memadai, usaha pertanian dan perikanan tidak dapat berkembang maksimal, yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Selain sektor pertanian dan perikanan, pendidikan dan kesehatan juga menjadi fokus penting. Dalam konteks pendidikan, akses terhadap lembaga pendidikan yang berkualitas sangat dibutuhkan agar masyarakat setempat memperoleh peluang yang setara. Sementara itu, untuk kesehatan, ketersediaan fasilitas yang memadai menjadi tuntutan mendasar yang harus dipenuhi.
Peran Penting Infrastruktur dalam Pembangunan Daerah
Menurut Sherly, infrastruktur adalah kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Ketersediaan air bersih, listrik, dan sinyal komunikasi menjadi kebutuhan yang tak terhindarkan dalam era modern ini. Masyarakat tidak hanya membutuhkan akses, tetapi juga kualitas layanan yang memadai.
Pengembangan infrastruktur menjadi sangat penting untuk mendukung sektor-sektor ekonomi. Misalnya, infrastruktur transportasi yang baik akan mempermudah distribusi produk pertanian dan perikanan, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani dan nelayan. Tanpa infrastruktur yang memadai, hasil bumi yang melimpah bisa terbuang sia-sia.
Dalam pandangan Sherly, keadilan fiskal juga harus mencakup perhatian pada wilayah-wilayah terpencil yang sering kali terabaikan. Dana yang dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur harus dapat menjangkau semua pelosok, sehingga seluruh masyarakat dapat merasakan dampak positif dari kebijakan pemerintah.
Menghadapi Tantangan dan Peluang Pembangunan di Era Modern
Forum “Senator Menyapa” bukan hanya sekadar tempat untuk berbagi cerita, tetapi juga menjadi sarana evaluasi dan refleksi terhadap perjalanan pembangunan daerah selama dua dekade terakhir. Melalui dialog ini, diharapkan ada kebijakan yang lebih berpihak kepada daerah dengan karakteristik unik seperti Maluku Utara.
Pada acara tersebut, turut hadir berbagai tokoh penting, termasuk Ketua DPD RI dan Menteri Koordinator Bidang Pangan. Diskusi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan bertujuan untuk merumuskan strategi yang lebih efektif dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah.
Dalam konteks yang lebih luas, peran masyarakat sipil dan pemangku kepentingan lainnya juga sangat penting. Partisipasi aktif dari masyarakat dalam proses pembangunan dapat memberikan perspektif yang lebih holistik tentang kebutuhan yang harus dipenuhi dan bagaimana cara mencapainya.

