Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya baru-baru ini mengumumkan bahwa kebakaran terjadi di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu di RSUD dr Soetomo. Insiden tersebut terjadi pada Jumat pagi, mengakibatkan kepanikan dan evakuasi pasien dari lokasi. Serangkaian upaya dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas.
Laporan awal menyebutkan bahwa titik api ditemukan di ruang farmasi, tepatnya di lantai lima gedung tersebut. Lokasi kebakaran itu berukuran sekitar 4 meter kali 3 meter dan akibatnya cukup parah.
Pihak berwenang menduga bahwa kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik, yang terjadi pada kabel lemari es di ruang farmasi. Penjelasan ini diharapkan memberi gambaran lebih jelas mengenai penyebab insiden yang merugikan tersebut.
Kronologi Kebakaran yang Mengguncang Pelayanan Kesehatan
Peristiwa kebakaran dimulai ketika beberapa staf di gedung tersebut mengidentifikasi asap tebal yang muncul dari ruang farmasi. M Rokhim, Kepala Bidang Pemadaman, mengonfirmasi bahwa upaya evakuasi segera dilakukan untuk menyelamatkan pasien di unit perawatan intensif pada lantai enam.
Dengan segera, DPKP menggerakkan 18 unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian. Tindakan cepat ini bertujuan untuk mengendalikan penyebaran api dan asap ke ruang-ruang lainnya.
Meskipun titik api terdeteksi di lantai lima, asap menyebar dengan cepat hingga ke seluruh gedung, memaksa tim pemadam kebakaran untuk mengambil langkah-langkah yang lebih agresif. Mereka memecahkan kaca dan menggunakan blower untuk mengeluarkan asap dari ruang yang terjebak dalam kepulan asap tersebut.
Proses Evakuasi dan Dampak Terhadap Pasien
Selama proses evakuasi, sebanyak 37 pasien berhasil dipindahkan ke ruang resusitasi untuk mendapatkan perawatan yang lebih aman. Namun, dalam situasi yang menegangkan ini, satu pasien mengalami komplikasi dan dinyatakan meninggal meskipun berhasil dievakuasi.
Direktur Utama RSUD dr Soetomo, Prof dr Cita Rosita Sigit Prakoeswa, menyatakan bahwa kematian satu pasien tersebut tidak terkait langsung dengan kebakaran. Pasien yang meninggal sebelumnya dalam kondisi kritis akibat penyakit yang dideritanya.
Perincian medis pasien menunjukkan bahwa ia mengalami kegagalan fungsi pada beberapa organ, sehingga ketika insiden kebakaran terjadi, ia sudah dalam kondisi mendesak dan sedang mendapatkan perawatan intensif.
Keberanian Petugas dan Tindakan Preventif yang Diperlukan
Kepala Instalasi PPJT, dr Rerdin Julario, menegaskan pentingnya tindakan cepat yang diambil oleh para petugas kesehatan dan pemadam kebakaran. Mereka berkoordinasi dengan baik untuk memastikan keselamatan semua pasien dan staf di dalam gedung.
Peristiwa ini telah memicu diskusi luas mengenai pentingnya prosedur keamanan dan pencegahan kebakaran di rumah sakit. RSUD dr Soetomo diharapkan dapat memperbarui sistem keamanan dan memastikan bahwa insiden serupa tidak terulang kembali.
Tim medis bertanggung jawab di lokasi tersebut dinyatakan sangat profesional dalam menangani situasi krisis. Tindakan yang cepat dan terkoordinasi adalah kunci untuk mengatasi situasi berbahaya semacam ini.



