Pemerintah Aceh telah mengajukan kebutuhan anggaran yang cukup signifikan, yaitu sebesar Rp153,3 triliun, untuk pemulihan menyeluruh setelah terjadinya bencana banjir dan longsor. Anggaran ini direncanakan untuk mendukung rencana rehabilitasi yang menyeluruh pascabencana yang mengakibatkan dampak luas bagi masyarakat dan infrastruktur di wilayah tersebut.
Kebutuhan ini tercantum dalam Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) yang sudah disampaikan kepada Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dalam proses ini, dokumen tersebut kini tengah dalam verifikasi oleh pihak BNPB untuk memastikan kelayakan dan akurasi data yang disampaikan.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengungkapkan bahwa dokumen R3P telah diserahkan pada tanggal 3 Februari 2026 dan saat ini sedang menjalani proses administratif dan faktual. Proses ini penting untuk memastikan semua aspek pemulihan dapat terlaksana dengan baik dan terkoordinasi dengan baik di lapangan.
Detail Anggaran Pemulihan Pascabencana di Aceh
Pemulihan pascabencana ini meliputi berbagai aspek, termasuk infrastruktur, ekonomi, dan sosial masyarakat. Dalam dokumen R3P yang telah disusun, rinciannya mencakup kerusakan dan kerugian yang mesti ditanggulangi untuk memulihkan kondisi normal. Setiap level kewenangan, mulai dari kementerian hingga pemerintah daerah, turut mencantumkan kebutuhan masing-masing untuk pemulihan tersebut.
Berdasarkan rekapitulasi yang terdapat dalam dokumen, kebutuhan anggaran pemulihan mencapai Rp153,3 triliun. Rincian anggaran menunjukkan kewenangan kementerian dan lembaga (K/L) pusat membutuhkan Rp41,8 triliun, sedangkan pemerintah Aceh memerlukan Rp22 triliun.
Kewenangan kabupaten dan kota juga turut berkontribusi dengan anggaran sebesar Rp60,43 triliun, sedangkan sektor masyarakat dan dunia usaha membutuhkan sekitar Rp29 triliun. Rincian ini menunjukkan betapa besar skala pemulihan yang diperlukan untuk mengatasi dampak bencana yang terjadi.
Tahapan Proses Verifikasi Dokumen R3P
Muhammad MTA menjelaskan bahwa tim dari Bappenas RI telah melakukan kunjungan langsung ke Aceh untuk melakukan rapat koordinasi dengan pemerintah setempat. Ini merupakan langkah awal untuk menyelaraskan dokumen R3P dengan tahapan persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi yang dibutuhkan. Melalui kolaborasi ini, harapannya adalah agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan efisien.
Setelah proses verifikasi faktual selesai, BNPB akan meneruskan dokumen R3P tersebut kepada Bappenas sebagai dasar penyusunan program rehabilitasi dan rekonstruksi. Melalui langkah ini, pemulihan Aceh diharapkan dapat berjalan sesuai rencana dan memenuhi kebutuhan masyarakat yang terkena dampak.
Pemerintah Aceh terus berupaya untuk mengambil langkah-langkah nyata dalam pemulihan. Gubernur Aceh mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan bergerak bersama demi memastikan Aceh dapat bangkit dari bencana dengan lebih baik. Ini adalah tantangan besar yang membutuhkan dukungan dari semua pihak untuk memastikan keberhasilan pemulihan.
Harapan dan Komitmen Pemerintah Aceh untuk Pemulihan
Pemerintah Aceh menunjukkan komitmen yang tinggi untuk memastikan setiap langkah pemulihan dilaksanakan secara transparan dan akuntabel. Langkah-langkah yang diambil perlu melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar semua kebutuhan masyarakat dapat terakomodasi dengan baik. Diharapkan dukungan dari masyarakat serta organisasi lain dapat mempercepat proses pemulihan ini.
Gubernur Aceh mengungkapkan harapannya agar masyarakat tetap solid dan saling mendukung dalam masa pemulihan ini. Bersama dalam menghadapi tantangan adalah kunci untuk memastikan Aceh mampu pulih dan menjadi lebih baik. Oleh karena itu, ajakan untuk bersatu menjadi mantra yang terus disampaikan kepada masyarakat.
Berbagai upaya pemulihan harus terus dilakukan untuk mengatasi dampak bencana secara menyeluruh. Ini termasuk pemulihan infrastruktur, revitalisasi ekonomi, dan program-program sosial untuk membantu masyarakat yang terkena dampak. Setiap langkah pasti menjadi bagian penting dari rencana menuju masa depan yang lebih cerah bagi Aceh.




