Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, menyatakan bahwa Persita Tangerang tampil jauh lebih efektif dalam pertandingan lanjutan BRI Super League 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Indomilk Arena, Tangerang ini diwarnai oleh gol cepat dari Persita yang menyulitkan timnya untuk beradaptasi.
Fabio menjelaskan bahwa mereka sebenarnya datang dengan harapan meraih tiga poin. Namun, hasil yang didapat menunjukkan bahwa Persita layak meraih kemenangan berdasarkan performa mereka di lapangan.
Ketika timnya tertinggal, Borneo FC sebenarnya memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan, namun peluang tersebut tidak dapat dimanfaatkan dengan baik. Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya efisiensi dalam mencetak gol di liga.
Menganalisis Performa Tim dan Peluang yang Hilang
Fabio Lefundes menyoroti bahwa setelah Persita unggul, timnya memiliki satu kesempatan emas yang seharusnya bisa mengubah jalannya pertandingan. Keberhasilan memanfaatkan peluang-peluang tersebut menjadi kunci dalam olahraga ini.
Selain itu, pelatih asal Brasil itu mencatat banyaknya transisi dalam pertandingan yang membuat timnya kesulitan. Permainan transisional yang tidak terkelola dengan baik mengakibatkan hilangnya momentum bagi timnya.
Fabio juga memberikan perhatian khusus pada ancaman dari situasi bola mati yang dimiliki Persita. Ia mencatat bahwa tim lawan sangat efektif dalam memanfaatkan set piece yang menjadi titik lemah bagi Borneo FC sepanjang laga.
Strategi yang Diterapkan Borneo FC di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Borneo FC melakukan beberapa perubahan pemain untuk meningkatkan performa tim. Fabio mengharapkan kehadiran pemain anyar dapat membawa perubahan positif dalam permainan.
Namun, rencana tersebut terhambat ketika salah satu pemain mengalami cedera, yang mengharuskan mereka melakukan pergantian lebih banyak dari yang direncanakan. Kejadian ini tentu sangat merugikan tim yang sedang berjuang mengejar ketertinggalan.
Di saat-saat krusial, Fabio menekankan bahwa alternatif yang tidak berjalan sesuai harapan membuat timnya kesulitan untuk mengembalikan permainan. Pemain yang cedera dapat mempengaruhi pola permainan secara keseluruhan.
Perebutan Waktu dan Upaya Terakhir untuk Memenangkan Pertandingan
Fabio menyatakan bahwa dalam 15 menit terakhir pertandingan, Borneo FC sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengejar ketertinggalan. Upaya tersebut menunjukkan semangat juang tim meskipun waktu yang tersedia tidak cukup.
Di akhir pertandingan, dia menekankan bahwa meskipun ada tambahan waktu yang diberikan, hasil tetap tidak bisa diubah. Pentingnya memaksimalkan setiap momen dalam pertandingan menjadi pelajaran berharga untuk Borneo FC ke depannya.
Terkait dengan kepemimpinan wasit, Fabio memilih untuk tidak memperpanjang pembahasan. Namun, ia mengungkapkan kekhawatirannya terkait penugasan wasit yang terkesan tidak biasa dan berpotensi memberikan pengaruh pada pertandingan mendatang.
Secara keseluruhan, kekalahan ini menjadi evaluasi yang sangat berharga bagi Borneo FC dalam upaya untuk bersaing di papan atas BRI Super League 2025/2026. Sedangkan, Persita Tangerang terus menunjukkan konsistensi dan efektivitas dalam setiap pertandingan, menjadikan mereka tim yang patut diperhitungkan di liga.
Dari hasil ini, Fabio mengajak timnya untuk merenungkan kekurangan dan memperbaiki diri seiring dengan berlangsungnya liga. Dengan evaluasi yang baik, Borneo FC berharap bisa kembali bangkit dalam pertandingan selanjutnya.
Semangat untuk belajar dari setiap kegagalan menjadi kunci dalam olahraga, dan Fabio yakin bahwa timnya akan kembali menemukan bentuk permainan terbaik mereka. Pelatih yang berpengalaman ini berharap para pemainnya dapat mengambil pelajaran dari pertandingan ini dan mengaplikasikannya di masa mendatang.




