Dua legenda biliar asal Filipina, Efren Reyes dan Francisco Django Bustamante, baru-baru ini memberikan pujian kepada seorang pebiliar cilik dari Indonesia, Fajar Alamri. Menurut mereka, Fajar memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi salah satu pebiliar top di masa depan.
Fajar Alamri, yang baru berusia 5 tahun, telah mencuri perhatian banyak orang, khususnya para penggemar biliar. Penampilannya dalam ajang internasional Carabao International Open 2026 di Jakarta membuatnya viral dan menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar olahraga ini.
Pebiliar berbakat asal Sulawesi Tengah ini menunjukkan kemampuannya dengan permainan yang sangat mengesankan. Dalam turnamen tersebut, Fajar berhasil mencuri perhatian dengan teknik dan presisi dalam setiap pukulannya.
1. Pertemuan Fajar dengan Efren Reyes dan Django Bustamante
Dalam ajang ‘Battle For Legacy’ yang diadakan oleh Moor Production dan Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI), Fajar berkesempatan bermain melawan dua legenda biliar tersebut. Momen ini berlangsung di Mantra Pool Academy, Jakarta, pada tanggal 10 Februari 2026.
Kedua legenda tersebut secara langsung menyaksikan aksi Fajar dan terkesan dengan kemampuannya yang masih muda. Efren Reyes memberi apresiasi tinggi terhadap potensi Fajar yang dinilainya sangat menjanjikan di dunia biliar.
Reyes juga menyoroti betapa pentingnya bagi Fajar dan pemain muda lainnya untuk terus berlatih. Menurutnya, dengan pelatihan yang tepat, mereka bisa menjadi atlet biliar yang sukses di tingkat internasional di masa depan.
2. Pentingnya Dukungan untuk Atlet Muda
Berkembangnya minat terhadap olahraga biliar di Indonesia menunjukkan bahwa banyak bakat muda yang perlu dilatih secara serius. Fajar merupakan contoh konkret bahwa usia bukanlah penghalang untuk berprestasi. Sebaliknya, hal ini bisa menjadi motivasi bagi anak-anak lainnya untuk terjun ke dunia biliar.
Dengan dukungan yang tepat dari orang tua, pelatih, dan komunitas, Fajar dan pebiliar muda lainnya dapat mencapai potensi maksimal mereka. Dukungan ini sangat penting untuk memberikan mereka kesempatan berkompetisi di level yang lebih tinggi.
Selain itu, adanya turnamen internasional juga memberikan anak-anak kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka dan belajar dari pengalaman bertanding. Fajar, meski masih sangat muda, telah menunjukkan bahwa ia siap untuk tantangan ini.
3. Penilaian dari Para Ahli Biliar
Tanggapan positif dari Reyes dan Bustamante bukan hanya sekadar pujian, tetapi juga penilaian hasil latihan dan permainan Fajar. Banyak ahli biliar yang menyatakan bahwa kemampuan biliar seseorang dapat dilatih sejak usia dini, seperti yang ditunjukkan oleh Fajar.
Dari teknik dasar hingga strategi permainan, para pemain muda perlu mendapatkan bimbingan yang tepat. Ini akan mempengaruhi perkembangan mereka dalam jangka panjang dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi kompetisi yang lebih sengit.
Fajar dapat menjadi contoh bagi banyak anak lainnya yang berpotensi, di mana mereka dapat melihat bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, segala sesuatu mungkin terjadi. Ini adalah harapan bagi generasi baru pebiliar di Indonesia.
4. Masa Depan Biliar Indonesia
Pujian dari Efren Reyes dan Django Bustamante tentunya tidak hanya memberi motivasi bagi Fajar tetapi juga untuk seluruh komunitas biliar di Indonesia. Kompetisi yang sehat dan dukungan komunitas sangat penting dalam mendorong prestasi atlet muda.
Keberadaan Fajar di ajang internasional adalah tanda bahwa biliar Indonesia memiliki masa depan yang cerah. Dengan pengelolaan dan dukungan yang baik, banyak pebiliar muda lainnya bisa mengikuti jejaknya.
Dari pengalaman ini, diharapkan akan ada lebih banyak turnamen yang melibatkan anak-anak, sehingga mereka dapat berkompetisi dan belajar dalam lingkungan yang mendukung dan positif.




