Di Jakarta Selatan, penemuan 995 senjata api di ruang mantan ketua yayasan sekolah swasta mengguncang masyarakat. Temuan ini terungkap saat ruangan tersebut dibuka untuk kepentingan siswa dan guru, menunjukkan betapa mengejutkannya situasi ini.
Pihak sekolah yang diwakili oleh kuasa hukumnya, Hermawanto, menjelaskan bahwa penemuan ini merupakan hasil dari pembukaan ruangan yang seharusnya menjadi tempat belajar. Senjata yang ditemukan termasuk senapan, amunisi, dan aksesori lainnya yang menunjang alat-alat tersebut.
Hermawanto mengungkapkan penemuan itu terjadi pada 10 dan 11 Juli lalu. Ketika para pihak mencari tempat yang layak untuk digunakan oleh siswa, mereka dikejutkan dengan banyaknya senjata yang tersimpan rapi di sana.
Pembukaan Ruang Lain Mengungkap Temuan Baru
Pada Rabu malam, setelah penemuan pertama, pihak sekolah membuka ruangan lain untuk keperluan guru. Apa yang mereka temukan kali ini tak kalah mengejutkan, yakni lebih banyak senjata dan bahkan narkoba.
Menurut Hermawanto, penemuan senjata ini menggambarkan keadaan yang memprihatinkan. Ditemukannya narkoba dan materi yang tidak senonoh dalam ruangan tersebut menambah daftar panjang kejanggalan di yayasan ini.
Senjata yang berhasil diidentifikasi meliputi berbagai jenis, dari yang laras panjang hingga laras pendek. Penemuan ini menunjukkan bahwa situasi di sekolah tersebut lebih serius daripada yang diperkirakan banyak orang.
Detail Senjata yang Ditemukan di Ruangan
Di antara senjata yang ditemukan, terdapat empat laras panjang dan dua laras pendek, serta peredam dan berbagai magazin. Selain itu, ada senjata airsoft berupa FN P90, AK-47, dan M4 Carbine, menunjukkan bahwa koleksi senjata ini sangat beragam.
Pihak sekolah juga menemukan alat pembuat peluru beserta buku panduan mengenai cara membuatnya. Hal ini semakin menguatkan spekulasi bahwa ruangan tersebut bukan hanya sekadar tempat penyimpanan.
Ada pula penemuan bunker yang terkunci rapat, di mana pihak sekolah merasa perlu melibatkan aparat untuk membukanya demi keamanan dan hukum. Ruangan yang tertutup sehingga menimbulkan pertanyaan lebih lanjut mengenai apa yang disimpan di dalamnya.
Proses Hukum dan Tanggung Jawab Yayasan
Ketua yayasan sekolah yang bersangkutan telah dipecat pada April 2026 lalu. Hermawanto menyatakan bahwa direksi sekolah saat ini sedang melalui proses hukum untuk menanggapi situasi ini.
Pihak yayasan kini sedang dalam proses hukum gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Hal ini menunjukkan bahwa masalah ini tidak hanya berakibat pada temuan senjata, tetapi juga berujung pada pengadilan yang mengharuskan pihak-pihak terkait untuk menjelaskan perannya.
Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung, menyerukan agar pihak kepolisian menindaklanjuti kasus ini dengan serius. Keberadaan senjata di sekolah berpotensi membahayakan siswa dan guru yang berada di lingkungan tersebut.
Setelah penemuan ini, Polres Metro Jakarta Selatan meluncurkan penyelidikan menyeluruh terkait kasus ini. Mereka berkomitmen untuk menelusuri setiap detail dan keterlibatan pihak-pihak lain yang mungkin terlibat dalam penyimpanan senjata ini.



