Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan memperkenalkan sebuah fasilitas baru di Asrama Haji Sudiang, Makassar, yaitu layanan tata rias atau makeup corner. Inovasi ini diapresiasi mengingat banyaknya jemaah haji perempuan yang ingin tampil istimewa saat kembali dari Tanah Suci.
Fasilitas ini menjadi unik karena menawarkan pengalaman yang berbeda bagi jemaah perempuan. Walaupun ibadah haji adalah pengalaman spiritual, tampilan fisik ketika bertemu keluarga juga memiliki nilai penting bagi para jemaah.
Ria Parera, salah satu perias di makeup corner tersebut, menjelaskan bahwa jumlah perias yang tersedia mencapai sepuluh orang. Selama ini, dirinya bisa merias hingga tiga orang setiap hari, menandakan tingginya antusiasme jemaah.
Dampak Psikologis dari Tata Rias bagi Jemaah Haji
Tata rias bukan sekadar kegiatan kosmetik, tetapi juga memiliki dampak psikologis bagi jemaah. Dengan tampil rapi dan menarik, jemaah merasa lebih percaya diri ketika bertemu keluarga setelah perjalanan jauh.
Bagi sebagian besar perempuan, keindahan tampilan saat bertemu orang terkasih adalah hal yang sangat berarti. Ria mengatakan bahwa hal ini dapat meningkatkan suasana hati para jemaah secara keseluruhan.
Dengan adanya makeup corner, jemaah juga bisa merasakan kepuasan tersendiri. Riasan yang tepat akan membuat mereka merasa diperhatikan dan istimewa, meskipun dalam konteks ibadah.
Ketersediaan Layanan dan Jenis Riasan yang Diminati
Ria mencatat bahwa jenis riasan yang paling populer di kalangan jemaah haji adalah riasan natural. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan-perempuan tersebut lebih memilih penampilan yang sederhana namun tetap mempesona.
Jemaah biasanya membawa pakaian mereka sendiri untuk penjemputan. Namun, untuk perlengkapan rias, tim perias telah menyediakan berbagai alat yang diperlukan untuk memberikan hasil terbaik.
Ria menambahkan bahwa jemaah dari berbagai usia, mulai dari muda hingga lanjut usia, menggunakan layanan ini dengan hasil yang disesuaikan dengan karakter mereka masing-masing. Keberagaman ini menunjukkan inklusivitas dalam pelayanan tata rias.
Pengalaman dan Latar Belakang Para Perias
Ria Parera telah menggeluti dunia perias jemaah haji selama dua belas tahun. Pengalamannya tidak hanya menjadikan Ria ahli dalam merias, tetapi juga memahami kebutuhan emosional jemaah.
Sebelum ada konsep asrama yang modern seperti saat ini, Ria sudah melakukan layanan ini sejak masih di wisma lama. Pengalamannya menunjukkan bahwa ada semangat dan dedikasi yang tinggi dalam pekerjaan ini.
Dia telah melayani banyak jemaah dengan penuh perhatian, dan hal ini membuatnya semakin berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi para jemaah haji.
Inisiatif dan Dukungan dari Kementerian Haji dan Umrah
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Sulsel, Ikbal Ismail, menjelaskan bahwa fasilitas makeup corner ini muncul dari inisiatif karyawan di Asrama Haji Sudiang. Menciptakan fasilitas ini adalah cara untuk memenuhi kebutuhan jemaah yang ingin tampil menawan.
Ia juga menyampaikan bahwa belakangan ini, jemaah haji lebih cenderung merias diri sendiri. Namun, inisiatif ini bertujuan untuk menyemarakkan suasana dan meningkatkan penampilan jemaah saat bertemu dengan keluarga mereka.
Ikbal menekankan bahwa penampilan yang baik dapat menambah rasa bahagia jemaah saat kembali. Dengan adanya dukungan dari Kementerian, diharapkan fasilitas ini terus berkembang dan memberi manfaat lebih banyak lagi.



