Presiden Joko Widodo melewatkan peringatan hari ulang tahun ke-12 salah satu organisasi relawan terpentingnya yang dikenal dengan nama Projo. Meski sudah diundang, Jokowi tidak hadir karena terpaksa mengikuti agenda lain di Jakarta, yang tidak dapat ditinggalkan.
Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, mengatakan bahwa Jokowi memang memiliki acara berbeda di hari tersebut. Hal ini diketahui saat Budi menjelaskan kepada pengurus dan anggota Projo di lokasi acara yang berlangsung di Kalibata, Jakarta Selatan.
“Ada kesibukan lain setelah menjadi saksi di pernikahan Sespri Pak Prabowo,” ungkap Budi Arie, memberikan alasan ketidakhadiran Jokowi pada momen penting tersebut.
Momen Spesial yang Dilewatkan Jokowi
Walaupun Projo merayakan hari jadi mereka dengan acara yang sederhana, ketidakhadiran Presiden sangat terasa. Acara berlangsung hanya dihadiri oleh pengurus inti dan beberapa anggota relawan, tanpa kehadiran publik yang lebih luas.
Budi Arie mengungkapkan bahwa acara tersebut dirayakan seadanya, namun tetap bermakna bagi mereka. Meskipun tanpa kehadiran Jokowi, Projo tetap berkomitmen untuk melanjutkan visi dan misi yang telah ditetapkan bersama.
Keberadaan Jokowi di Jakarta saat acara berlangsung menjadi sorotan, terutama karena pernikahan yang dihadiri sebagai saksi tersebut bersifat penting. Ini menunjukkan betapa padatnya jadwal Presiden yang menyebabkan beliau tidak bisa hadir dalam perayaan relawannya sendiri.
Ketiadaan Simbol-simbol Penting di Acara HUT
Salah satu hal yang menarik perhatian di perayaan tersebut adalah absennya banner atau baliho yang menampilkan Jokowi ataupun Prabowo. Meskipun logo Projo terlihat di depan kantor, wujud fisik para tokoh sentral tidak nampak dalam acara perayaan ini.
Budi Arie menjelaskan bahwa meski tanpa gambaran besar para pemimpin, simbol Projo tetap tampak jelas di lokasi. Dia mengonfirmasi bahwa logo mereka cukup untuk mewakili keberadaan Jokowi dan Prabowo secara simbolis.
Diskusi mengenai strategi relawan ke depan juga menjadi fokus penting dalam acara tersebut. Pengurus inti tampak optimis dalam menjalankan program kerja meskipun dengan dukungan yang berbeda dari biasanya.
Dukungan bagi Prabowo dalam Masa Depan Politik
Dari sisi pidato, Budi Arie menegaskan pentingnya dukungan kepada pemerintahan Prabowo dan Wapres Gibran. Ia menegaskan bahwa partisipasi aktif Projo dalam proses politik tetap berlanjut meskipun tanpa kehadiran Jokowi.
Pernyataan tentang pemberantasan korupsi juga mengemuka dalam pidatonya. Budi Arie menekankan betapa pentingnya konsistensi pemerintah dalam pemberantasan korupsi, terutama di lingkungan sekitarnya.
“Tidak cukup hanya sekedar mengklaim berkomitmen anti-korupsi jika praktik-praktik korupsi masih terjadi di sekeliling,” tegasnya, menunjukkan keprihatinan yang mendalam terhadap isu tersebut.



