Bupati Blora, Arief Rohman, telah menetapkan kerangka kerja sama dengan Universitas Brawijaya (UB) untuk memajukan sektor pertanian organik dan kehutanan di Kabupaten Blora. Kerja sama ini bertujuan untuk memfasilitasi penelitian, kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), serta menyediakan kuota beasiswa bagi warga asli Blora yang berpotensi.
Arief menyampaikan komitmen ini saat memberikan sambutan dalam Orientasi Pendidikan Mahasiswa Baru Program Pascasarjana Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan di UB. Acara tersebut diikuti oleh 171 mahasiswa baru dari program magister dan doktor yang terlihat bersemangat untuk belajar.
Selama presentasinya, Arief mengajak Blora untuk menjadi contoh utama dalam pengembangan pertanian organik, sehingga hasilnya dapat ditiru oleh daerah lain. Dengan dukungan dari sektor peternakan sapi, daerah ini memiliki potensi besar untuk menyediakan pupuk kandang yang esensial bagi pertanian organik.
Peluang Pertanian Organik di Kabupaten Blora
Arief menekankan bahwa Blora memiliki potensi luar biasa dalam pengembangan pertanian organik yang sekaligus mendukung ketersediaan bahan baku. Banyaknya peternak sapi di Blora menjadi salah satu faktor kunci dalam penyediaan pupuk kandang, yang sangat penting untuk praktik pertanian ramah lingkungan.
Keberadaan populasi peternak sapi yang signifikan juga memungkinkan komunitas lokal untuk merasakan manfaat langsung dari sistem pertanian berkelanjutan. Dengan adanya sinergi antara pertanian dan peternakan, Kabupaten Blora dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertaniannya.
Selain pertanian, Arief juga membuka peluang kerja sama riset dan penelitian dengan UB. Sekitar 60 persen wilayah Kabupaten Blora merupakan hutan yang kaya akan keanekaragaman hayati, memberikan banyak area untuk kajian ilmiah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan kondisi wilayah yang beragam, banyak potensi yang bisa dikembangkan, baik di sektor pertanian maupun kehutanan,” jelasnya. Hal ini tentunya bisa membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam proyek-proyek yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Kerjasama dalam Pendidikan dan Penelitian
Pemkab Blora juga berharap dapat menyediakan lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi mahasiswa UB di desa-desa yang menerapkan pertanian organik. Program ini diharapkan dapat menciptakan desa percontohan yang bisa menjadi model di daerah lain di Blora.
Dekan Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan UB, Prof. M. Purnomo, mengakui potensi komoditas yang dimiliki Blora. Ia mengungkapkan keyakinan bahwa fokus pada produk niche seperti yang ditawarkan oleh Blora bisa memberikan nilai tambah yang signifikan dalam perekonomian daerah.
“Kami berharap benih jagung dan produk unggulan lainnya dapat dikembangkan lebih lanjut. Konsep green house bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas produksi,” tuturnya, menunjukkan komitmennya untuk berkolaborasi dalam riset yang lebih mendalam.
Langkah strategis seperti ini dalam pengembangan komoditas akan berkontribusi pada ketersediaan pangan yang lebih stabil, bukan hanya untuk Kabupaten Blora tetapi juga untuk wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur secara keseluruhan.
Mendukung Masyarakat dengan Beasiswa dan Kolaborasi
Universitas Brawijaya juga membuka kesempatan bagi para pemuda berbakat dari Blora untuk mengajukan beasiswa dalam berbagai jenjang pendidikan. Ketersediaan slot khusus bagi putra-putri Blora di Fakultas Bioindustri menjadi langkah konkret dalam mendukung pendidikan tinggi di daerah tersebut.
Melalui program ini, diharapkan akan lahir generasi muda yang mampu berkontribusi lebih banyak dalam mengatasi tantangan di sektor pertanian dan kehutanan. Dengan demikian, masyarakat Blora dapat terlibat aktif dalam inisiatif yang dapat meningkatkan mutu hidup mereka.
Arief pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Universitas Brawijaya atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Blora. Ia berharap kerja sama ini akan menandai awal dari hubungan yang lebih erat antara pihak kampus dan pemerintah daerah.
“Kami sangat terbuka atas segala bentuk kolaborasi. Dekan dan dosen dari UB dapat mengunjungi dan berkolaborasi dengan kami, sehingga bisa menghasilkan lebih banyak manfaat untuk masyarakat,” pungkas Arief.
Kegiatan yang berlangsung ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Blora beserta jajaran terkait lainnya, yang menunjukkan komitmen penuh pemerintah dalam mendukung pengembangan sektor pertanian dan kehutanan di Blora.



