Proses identifikasi jenazah korban kapal KM Virgo yang tenggelam di Perairan Masalembo kini menghadapi kesulitan signifikan. Tim Disaster Victim Identification (DVI) berupaya maksimal untuk mengidentifikasi semua korban, namun berbagai faktor menyulitkan upaya tersebut.
Kendala utama yang dihadapi oleh tim identifikasi menyangkut kondisi fisik jenazah yang sudah mengalami pembusukan. Hal ini membuat proses pencocokan identitas menjadi lebih rumit dan memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan.
Menurut Kabid Dokkes Polda Kalimantan Selatan, Kombes dr Much Sofwan, jenazah yang ditemukan di hari kelima setelah tenggelamnya kapal tentu telah mengalami proses pembusukan yang cukup parah. Ini menambah tantangan dalam mengidentifikasi identitas masing-masing korban.
Kendala Proses Identifikasi Jenazah Korban Kapal KM Virgo
Pembusukan mengubah ciri-ciri fisik korban, seperti wajah yang sulit dikenali. Selain itu, sidik jari yang menjadi salah satu cara utama identifikasi juga telah hilang seiring waktu, sehingga menyulitkan proses identifikasi lebih lanjut.
Kombes dr Wahyu Hidayati dari Pusdokkes Polri menegaskan bahwa dalam beberapa hari setelah kejadian, identifikasi menjadi lambat dan tidak dapat dilakukan dengan metode yang sama seperti pada hari pertama. Ini sangat mempengaruhi jumlah korban yang dapat diidentifikasi dalam setiap pelaksanaan.
Mengingat kondisi sulit tersebut, pihak DVI harus mengandalkan ciri-ciri fisik lain seperti gigi dan pakaian yang ditemukan pada jenazah. Meski demikian, banyak jenazah yang ditemukan tanpa identitas, sehingga menambah panjang daftar yang sulit diidentifikasi.
Proses Identifikasi Menggunakan Metode DNA
Dalam situasi seperti ini, tes DNA menjadi metode yang diandalkan sebagai upaya terakhir untuk mengidentifikasi jenazah yang belum teridentifikasi. Namun, proses ini bukan tanpa tantangan, terutama karena waktu yang dibutuhkan untuk hasil DNA cukup lama.
Pihak DVI menyebutkan bahwa pengujian DNA memerlukan waktu minimal lima hari, ditambah dengan proses pengiriman yang tidak selalu segera. Ini menyebabkan keterlambatan dalam mendapatkan hasil identifikasi secara keseluruhan.
Wahyu juga menegaskan bahwa timnya berupaya keras untuk menyelesaikan identifikasi secepat mungkin dengan tetap menjalankan proses kerja di akhir pekan. Mereka berkomitmen untuk memastikan semua jenazah diperiksa dengan teliti agar identifikasi dapat dilakukan seakurat mungkin.
Jumlah Korban yang Ditemukan dan Dikenali
Sampai dengan informasi terkini, tim DVI telah berhasil mengidentifikasi sejumlah jenazah korban, namun masih banyak yang belum teridentifikasi. Pada laporan terbaru, total 41 jenazah berhasil dikenali dari total 70 jenazah yang diterima oleh Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.
Selain itu, Basarnas juga melaporkan bahwa hingga saat ini, jumlah korban yang ditemukan mencakup 108 orang yang selamat dan 71 orang yang meninggal. Masih ada 64 orang yang dalam pencarian dari total manifest yang seharusnya mencakup 243 orang.
Pihak berwenang terus menyampaikan bahwa proses pencarian dan identifikasi akan berlangsung hingga semua korban dapat ditemukan dan dikenali. Masyarakat diminta untuk bersabar dan mendukung upaya tim DVI dalam situasi yang sulit ini.



