Ajang prestisius Benyamin S. Award (BSA) 2026 kini telah mencapai fase penting dalam kompetisinya. Terdapat sepuluh kelurahan yang menjadi finalis dan bersaing untuk menampilkan potensi, inovasi, serta kekayaan budaya masing-masing melalui festival lokal yang menarik.
Gelaran ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan, di mana tim juri melakukan peninjauan langsung ke festival-festival yang diadakan oleh kelurahan yang terpilih. Dalam penilaian tersebut, juri mengevaluasi kesesuaian data lapangan berdasarkan empat kategori penilaian, yaitu Bersih, Nyaman, Indah, dan Sejahtera.
Ketua Tim Juri, Nirwono Yoga, mengungkapkan bahwa peninjauan lapangan bertujuan untuk mengidentifikasi setiap potensi wilayah yang ada. Tahapan festival lokal ini menjadi momen penting untuk menunjukkan upaya para finalis dalam mengemas potensi daerah mereka menjadi tontonan yang menarik dan bermanfaat bagi masyarakat.
Festival Lokal Sebagai Penunjang Pariwisata dan Budaya
Nirwono menjelaskan bahwa tahapan festival ini dapat dioptimalkan sebagai agenda pariwisata dan budaya di tingkat kelurahan. Hal ini diharapkan dapat mendukung perayaan ulang tahun ke-500 Kota Jakarta yang akan datang di tahun 2027.
“Melihat potensi yang ada, kami berharap setiap kelurahan dapat menyelenggarakan festival yang menarik sepanjang tahun. Dengan demikian, bisa direncanakan festival mulai dari Januari hingga Desember sebagai bagian dari perayaan 500 tahun Jakarta,” ujarnya.
Dengan festival yang berkelanjutan ini, masyarakat diharapkan dapat terlibat aktif dalam setiap kegiatan. Selain itu, para pengunjung pun dapat merasakan pengalaman budaya yang kaya dan beragam dari masing-masing kelurahan.
Pentingnya Pelatihan Komunikasi bagi Para Lurah Finalis
Para lurah dari sepuluh kelurahan finalis mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi mereka melalui pelatihan khusus. Kegiatan ini bertujuan agar mereka mampu menyampaikan program-program kelurahan dengan efektif kepada masyarakat.
Pada sesi pelatihan yang diadakan di Balai Kota Jakarta, pelatih komunikasi, Omar Danishwara, menjelaskan tentang pentingnya kemampuan berbicara di depan umum. “Keahlian ini sangat penting supaya para lurah mampu mengkomunikasikan program kepada masyarakat dengan baik,” ucap Omar.
Program yang jelas dan terstruktur diharapkan dapat mendukung kelangsungan proyek yang ada di masyarakat. Dengan penguasaan komunikasi yang baik, para lurah dapat menyampaikan visi dan misi kelurahan serta mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif.
Rangkaian Acara Menuju Puncak Penghargaan
Setelah melalui beberapa tahapan penilaian, puncak dari ajang BSA 2026 dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober mendatang. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, rencananya akan hadir untuk memberikan penghargaan kepada kelurahan terbaik.
Dalam tahap final, para lurah akan mempresentasikan program dan inovasi masing-masing di hadapan dewan juri. Kesempatan ini sangat berharga bagi mereka untuk meraih pengakuan dari lembaga pemerintah serta masyarakat.
Dengan sekian banyak inovasi yang ditampilkan, diharapkan ajang ini mampu memicu semangat kompetisi sehat antar kelurahan di Jakarta. Selain itu, juga menjadi inspirasi bagi kelurahan lain untuk berinovasi dalam memperbaiki kualitas hidup masyarakat.



