Pemerintah bersama Yayasan Kalaweit telah berinisiatif membangun sekat bakar sepanjang 3,2 kilometer di Desa Paring Lahung, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Proyek ini bertujuan untuk memperlambat penyebaran kebakaran hutan dan lahan, serta melindungi habitat orangutan yang semakin terancam.
Pembangunan sekat bakar tersebut dipantau langsung oleh Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, yang hadir bersama Chanee Kalaweit, pendiri Yayasan Kalaweit. Langkah ini diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap ekosistem hutan dan meningkatkan upaya pencegahan kebakaran di masa depan.
Dengan dimulainya proyek ini pada 11 September lalu, diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang. Sekat bakar ini memberikan ruang bagi tim pemadam yang berupaya menangani kebakaran dan menjaga agar api tidak semakin meluas.
Pembangunan Sekat Bakar dan Kolaborasi dengan Komunitas
Pembangunan sekat bakar dilakukan secara kolaboratif antara Chanee, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, serta petugas pemadam kebakaran. Dukungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Utara dan perusahaan penyedia alat berat juga sangat penting dalam pelaksanaan proyek ini.
Chanee menjelaskan bahwa tim pemadam hutan telah berulang kali berusaha memadamkan api sebelum akhirnya memutuskan untuk membangun sekat bakar. Upaya bertahan selama sekitar 10 hari menunjukkan bahwa kondisi api sangat sulit untuk dikendalikan.
Menurut Chanee, fokus utama dari pembangunan sekat bakar ini adalah untuk mencegah api merambat ke area yang masih memiliki vegetasi hijau. Keberadaan sekat ini diharapkan dapat mencegah kerusakan lebih lanjut pada habitat orangutan, yang sangat bergantung pada keberadaan hutan.
Strategi Pemadaman dan Penguatan Personel di Lapangan
Strategi pemadaman kebakaran tidak hanya bergantung pada struktur fisik, seperti sekat bakar, tetapi juga pada kekuatan personel yang terlibat. Chanee menekankan pentingnya menjaga dan melakukan pemadaman secara berkesinambungan di sepanjang jalur sekat bakar.
“Melalui pendekatan ini, kita dapat memastikan kebakaran tidak meluas,” jelas Chanee. “Serta memberi ruang bagi tim pemadam untuk bertindak secara efektif dan efisien. Jika sekat bakar berhasil, maka kita dapat menyelamatkan lebih banyak area dan hidup.”
Chanee juga aktif mengunggah kondisi kebakaran di wilayah Barito Utara melalui media sosial. Ia melakukan ini untuk menggalang dukungan dan perhatian yang lebih luas terhadap krisis yang tengah berlangsung.
Respons Pemerintah dan Alat Berat sebagai Solusi Darurat
Menanggapi situasi kebakaran yang semakin memburuk, Raja Juli memberikan izin untuk penggunaan alat berat secara terbatas. Penggunaan ini dianggap perlu untuk mempercepat proses pembuatan sekat bakar yang dapat menjadi penolong saat kebakaran meluas.
Namun, penggunaan alat berat ini juga diatur dengan ketat agar tidak melampaui kebutuhan penanganan kebakaran. Upaya ini menunjukkan bagaimana semua pihak berkolaborasi untuk menghadapi tantangan yang ada.
Raja Juli menekankan bahwa penggunaan sumber daya harus efektif dan efisien agar tidak membuang-buang anggaran pemerintah yang sudah terbatas, terutama dalam keadaan darurat seperti ini.



